<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-326812581030801494</id><updated>2012-02-01T05:13:48.212+07:00</updated><title type='text'>GRIYA MANAH</title><subtitle type='html'>Setiap jiwa punya persinggahan, rumah terdalam dari setiap diri, tempat menentu baik buruk sebuah pribadi, rumah hati</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://amuazka.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amuazka.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>amuazka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18153733933101718598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-mnTsPTlK2EM/Tx5iJUgUK7I/AAAAAAAAAIw/X8KG3VCV14M/s220/DSCN4608.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>33</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-326812581030801494.post-6315169289809814142</id><published>2012-01-27T09:30:00.002+07:00</published><updated>2012-01-27T12:52:29.804+07:00</updated><title type='text'>dream team #1</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-gylZDQhrO7c/TyIMFYfA5yI/AAAAAAAAALM/5gtbCcTfcAU/s1600/tim.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-gylZDQhrO7c/TyIMFYfA5yI/AAAAAAAAALM/5gtbCcTfcAU/s1600/tim.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menjadi sebuah tim dengan siapapun dalam kehidupan adalah hal yang niscaya dalam kehidupan ini. Mau atau tidak kita harus melakukannya, ya &amp;nbsp;menjadi sebuah tim. karena setiap orang dengan yang lainnya saling membutuhkan untuk bisa bertahan hidup, karena sudah fitrahnya manusia tidak akan mempu menjalani kehidupannya sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Pernah melihat orang yang hidup sendirian?&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tarzan..&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Benarkah? apa sungguh ada orang seperti tarzan?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;kalaupun ia, &amp;nbsp;dia juga tak hidup sendiri,karena ia ditemani oleh para binatang..&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Manusia adalah makhluk sosial, yang tentu saja mengharuskan dirinya beinteraksi satu sama lain. tata urutan yang biasanya terjadi dalam interaksi adalah: Mulai dari awal, bertemu dengan orang yang asing, berkenalan, berbincang, bertukar gagasan, menyamakan tujuan, berbagi kepentingan, berbagi beban, berbagi peran, dan akhirnya bekerjasama merealisasikan. kemudian evaluasi dan saling mengambil keuntungan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;kesemuanya saat dilakukan, sadar, atau tidak sadar. sebenarnya&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;itulah sebuah tim&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Manakala kita bersinergi dengan orang lain, dua atau tiga atau berapalah insan selain kita, sama sama berusaha mewujudkan sesuatu mulai dari merencanakan, action sampai evaluasi maka itulah sebuah tim. hanya saja lebih sering kita tidak menyadarinya secara managerial. tapi dalam kehidupan sosial kita (yang paling dekat) sebenarnya kita sudah melakukan sebuah proses "building the team".&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;lalu bagaimana agar proses "building the team" ini benar-benar bisa berjalan dengan baik sehingga melahirkan capaian-capaian yang baik pula?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;saya akan coba berbagi tips kepada para pembaca semua. tips ini bersumber dari beberapa referensi dan pengalaman saya sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;dalam tulisan dream team #1 ini saya akan samapaikan terkait &lt;i&gt;kenapa, &lt;/i&gt;dan itu sudah dijelaskan diatas. dan tentang&amp;nbsp;&lt;i&gt;apa &lt;/i&gt;atau terkait dengan definisi..&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;apa itu sebenarnya Tim??&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menurut saya, tim adalah sekelompok manusia yang bersinergi dalam rangka berusaha bersama-sama mencapai sebuah Tujuan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;ada 3 &amp;nbsp;kata kunci dari sebuat tim:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;1. Sekelompok orang, hal ini bermakna kolektif&lt;/div&gt;&lt;div&gt;2. Berusaha, hal ini bermakana melakukan sesuatu, berstrategi&lt;/div&gt;&lt;div&gt;3. Tujuan,atau yang sering orang bilang Visi&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;masing masingnya akan saya sampaikan di tulisan berikutnya, semoga ada kesempatan...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/326812581030801494-6315169289809814142?l=amuazka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amuazka.blogspot.com/feeds/6315169289809814142/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=326812581030801494&amp;postID=6315169289809814142' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/6315169289809814142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/6315169289809814142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amuazka.blogspot.com/2012/01/dream-team-1.html' title='dream team #1'/><author><name>amuazka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18153733933101718598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-mnTsPTlK2EM/Tx5iJUgUK7I/AAAAAAAAAIw/X8KG3VCV14M/s220/DSCN4608.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-gylZDQhrO7c/TyIMFYfA5yI/AAAAAAAAALM/5gtbCcTfcAU/s72-c/tim.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-326812581030801494.post-5834153375205232021</id><published>2012-01-25T06:04:00.000+07:00</published><updated>2012-01-25T06:10:00.245+07:00</updated><title type='text'>Sebuah anekdot dari buku Said Hawwa</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-L4b5BOk77PU/Tx86BE892II/AAAAAAAAAKI/OqcSLbcAV44/s1600/said+hawa.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-L4b5BOk77PU/Tx86BE892II/AAAAAAAAAKI/OqcSLbcAV44/s1600/said+hawa.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Beberapa waktu yang lalu membaca sebuah buku berjudul "Allah Subhanahu Wa Ta'ala" karya Said Hawa bin Muhammad Dib Hawa. buku ini berisi tentang tema tauhid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bagian-bagian awal, ulama yang lahir 1935 dan meninggal tepat lima hari setelah kelahiran saya(pemilik blog) atau 9 maret 1989 menyampaikan sebuah anekdot yang cukup menarik, dan hari ini ingin saya bagi. tentu saja dengan bahasa yang sudah saya kemas ulang tanpa menghilangkan substansi utamanya. begini kisahnya..&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah SD diceritakan ada seorang guru atheis yang sedang memberikan pelajaran kepada siswa-siswanya, dan disela dia mengajar, dia menyampaikan tentang ideologinya menggunakan sebuah analogi logika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dia bertanya pada siswanya "anak-anak! apakah kalian melihat ibu guru?"&lt;br /&gt;"iya bu, kami melihat" sahut para siswa&lt;br /&gt;"nah berarti ibu Guru ada" lanjut guru tersebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"apakah kalian melihat meja kayu itu?"&lt;br /&gt;"iya bu kami melihat" jawab siswa-siswa&lt;br /&gt;"nah berarti meja itu ada" berucap guru tersebut sambil tersenyum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ia bertanya lagi, "Apakah kalian melihat papan tulis?"&lt;br /&gt;masih dengan bersemangat para siswa menjawab "tentu saja bu kami melihat"&lt;br /&gt;"nah berarti papan tulis itu juga ada" pungkas sang ibu guru&lt;br /&gt;semua siswa mendengarkan dengan seksama sambil sesekali mengangguk-angguk mendengar penjelasan dari gurunya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ok, sekarang pertanyaan terakhir, dijawab dengan semangat ya?" sekali lagi sambil tersenyum pinta guru itu&lt;br /&gt;"iyaaaaa" kompak jawaban siswa&lt;br /&gt;"apakah kalian melihat Tuhan" pertanyaan serius dari guru&lt;br /&gt;serentak semua siswa menjawab "tidaaaaaak!!!"&lt;br /&gt;"kalian melihat ibu berarti ibu ada, kalian melihat meja berarti meja ada, kalian melihat papan tulis berarti papan tulis ada. nah sekarang kalian tidak melihat Tuhan, itu tandanya Tuhan tidak ada!" guru itu menyimpulkan.&lt;br /&gt;suasana sejenak hening, siswa-siswa hanya bisa mengangguk mendengar "pembodohan" dari gurunya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-3BV8ZwNAQt4/Tx84pp4cRRI/AAAAAAAAAKA/i8eTZd98p0U/s1600/anak20sd.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="219" src="http://1.bp.blogspot.com/-3BV8ZwNAQt4/Tx84pp4cRRI/AAAAAAAAAKA/i8eTZd98p0U/s320/anak20sd.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;tak lama berselang ada seorang anak yang tiba-tiba berdiri lantas dengan suara keras dia berucap:&lt;br /&gt;"teman temanku tersayang, apakah kita melihat akal dari guru kita tercinta??"&lt;br /&gt;"Tidaaaaaak" teman-temannya menjawab mendukung&lt;br /&gt;"Nah berarti kita semua bisa menyimpulkan bahwa akal dari guru kita tidak ada!" sontak kelas menjadi ramai tawa dari siswa SD disebuah pelajaran, siang itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;barangkali ada makna yang bisa kita ambil sama-sama, bahwa Tuhan yang menciptakan logika kita, maka tak akan mungkin barang ciptaan kita pake untuk menelaah yang menciptanya. semoga kita terhidar dari sikap mendewakan logika..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semoga bermanfaat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/326812581030801494-5834153375205232021?l=amuazka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amuazka.blogspot.com/feeds/5834153375205232021/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=326812581030801494&amp;postID=5834153375205232021' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/5834153375205232021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/5834153375205232021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amuazka.blogspot.com/2012/01/beberapa-waktu-yang-lalu-membaca-sebuah.html' title='Sebuah anekdot dari buku Said Hawwa'/><author><name>amuazka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18153733933101718598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-mnTsPTlK2EM/Tx5iJUgUK7I/AAAAAAAAAIw/X8KG3VCV14M/s220/DSCN4608.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-L4b5BOk77PU/Tx86BE892II/AAAAAAAAAKI/OqcSLbcAV44/s72-c/said+hawa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-326812581030801494.post-370917248565633250</id><published>2012-01-24T06:14:00.000+07:00</published><updated>2012-01-24T09:47:34.093+07:00</updated><title type='text'>Semampumu...</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-9QRwthleX4Q/Tx3prU9LX6I/AAAAAAAAAIk/pZBRGZqcItU/s1600/380313730_1d3a19dad1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-9QRwthleX4Q/Tx3prU9LX6I/AAAAAAAAAIk/pZBRGZqcItU/s320/380313730_1d3a19dad1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pada suatu hari di sebuah Universitas Islam terkemuka di dunia, seorang Profesor sedang memberi kuliah tafsir kepada mahasiswanya. hari itu materi yang dakan disampaikan adalah tentang beribadah kepada Allah dengan mastatho'tum, semampu kamu.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"baik saudara-saudara, &amp;nbsp;hari ini kita akan mencoba belajar tentang konsep "mampu" atau mastatho'tum. biar lebih mengena, hari ini ga usah teoritis, kita praktek saja" begitu beliau mengawali kuliahnya..&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;setelah itu Profesor tersebut mengajak semua mahasiswanya kesebuah lapangan bola berstandar internasional (kebayang luasnya). lalu sesampainya disana Profesor itu memberikan instruksi kepada mahasiswanya:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"baik saudara-saudara, saya yakin anda bertanya-tanya kenapa kita kesini, tapi insyaAllah semua akan terjawab di akhir kuliah kita. sekarang saya minta semua dari kalian termasuk saya, kita semua akan berlari mengitari lapangan bola ini!"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Berapa putaran prof" sahut salah satu mahasiswanya&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;dijawab singkat oleh sang profesor "Mastatho'tum!" atau dalam bahasa indonesia "Semampu Kamu"&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;tanpa banyak diskusi lagi akhirnya semua orang mulai berlari mengelilingi lapangan bola yang amat luas itu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;satu, dua putaran, mulai ada beberapa mahasiswa yang merasa amat kelelahan, lantas memilih untuk menepi tidak melanjutkan larinya. dalam benaknya berpikir &lt;i&gt;ah kan semampuku, udah ga mampu kok&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;tiga, empat putaran lebih banyak lagi mahasiswa yang memutuskan untuk menepi karena merasa kelelahan, lantas duduk memandang teman-temannya yang masih berlari sekuatnya, sekenanya..&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;kejadian itu terus berlangsung, sampai semua mahasiswa kelelahan dan semuanya menepi beristirahat mencari tempat yang rimbun, tetapi ada yang aneh, profesor yang notabene adalah dosen mereka justru masih terus berlari. hal ini benar-benar membuat mahasiwa-mahasiwanya heran..&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Profesor itu terus berlari, dan tiba-tiba gubrak!!, terjatuhlah profesor itu..pingsan..tubuhnya tak kuasa lagi menahan rasa capek yang menyerangnya..&lt;/div&gt;&lt;div&gt;sontak berhamburan para mahasiswa berlari mendekat menolong dosen mereka, lantas membawa profesor itu ke klinik terdekat di kampusnya&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;setelah mendapat perawatan medis, profesor itu tersadar, dan beberapa saat setelahnya dia berkata pada mahasiswanya:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"sebagai statment akhir kuliah, apa yang kalian lihat pada saya tadi di lapangan, itulah yang disebut &lt;b&gt;mastatho'tum!"&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;tertunduk, meleleh semua mahasiswa mendengar simpulan kuliah mereka pagi itu..&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;----------------------------------------------------------&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bagaimana dengan kita? sudahkah kita ber mastatho'tum dalam ibadah kita? dalam usaha-usaha kita?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mampu itu bukan persepsi, tapi sekuat apa daya yang kita miliki tercurah&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/326812581030801494-370917248565633250?l=amuazka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amuazka.blogspot.com/feeds/370917248565633250/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=326812581030801494&amp;postID=370917248565633250' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/370917248565633250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/370917248565633250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amuazka.blogspot.com/2012/01/semampumu.html' title='Semampumu...'/><author><name>amuazka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18153733933101718598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-mnTsPTlK2EM/Tx5iJUgUK7I/AAAAAAAAAIw/X8KG3VCV14M/s220/DSCN4608.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-9QRwthleX4Q/Tx3prU9LX6I/AAAAAAAAAIk/pZBRGZqcItU/s72-c/380313730_1d3a19dad1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-326812581030801494.post-7248514912276741749</id><published>2012-01-23T06:32:00.000+07:00</published><updated>2012-01-24T09:48:27.874+07:00</updated><title type='text'>Syuro oh Syuro.. (sebuah refleksi)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-WG5WWGNUJ8k/TxycNtTG8FI/AAAAAAAAAIc/-u21hNMYNHE/s1600/meeting_wallpaper_dc66c.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-WG5WWGNUJ8k/TxycNtTG8FI/AAAAAAAAAIc/-u21hNMYNHE/s320/meeting_wallpaper_dc66c.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Setelah sekian banyak dinamika yang terjadi, setelah semua kelelahan hati yang terlalui, setelah semua janji yang barangkali pernah terciderai, setelah semua mekanisme baik yang sudah maupun yang belum disepakati, jadi pingin menukilkan tulisan ustad Anis Mata tentang syuro, lebih tegasnya tentang sikap ketika kita tidak sepakat dengan hasil syuro. teruntuk semua saudaraku yang sampai sekarang juga masih belum berterima dengan hasil syuro.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Menurut beliau (Anis Mata) dalam buku menikmati demokrasi, setidaknya ada 4 hal yang perlu dicermati:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;Marilah kita bertanya kembali kepada diri kita, apakah pendapat kita telah terbentuk melalui suatu "upaya ilmiah" seperti kajian perenungan, pengalaman lapangan yang mendalam sehingga kita punya landasan yang kuat untuk mempertahankannya?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;Kita harus membedakan secara ketat antara pendapat yang lahir dari proses ilmiah yang sistematis dengan pendapat yang sebenarnya merupakan sekedar "lintasan pikiran" yang muncul dalam benak kita selama rapat berlangsung.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;Seadainya pendapat kita hanya sekedar lintasan pikiran, sebaiknya hindari untuk berpendapat atau hanya untuk sekedar berbicara dalam syuro. Itu kebiasaan yang buruk dalam syuro. Namun, ngotot atas dasar lintasan pikiran adalah kebiasaan yang jauh lebih buruk. Alangkah menyedihkannya menyaksikan para duat yang ngotot mempertahankan pendapatnya tanpa landasan ilmiah yang kokoh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Tapi, seandainya pendapat kita terbangun melalui proses ilmiah yang intens dan sistematis, mari kita belajar tawadhu. Karena, kaidah yang diwariskan para ulama kepada kita mengatakan, "Pendapat kita memang benar, tapi mungkin salah. Dan pendapat mereka memang salah, tapi mungkin benar."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;Marilah kita bertanya secara jujur kepada diri kita sendiri, apakah pendapat yang kita bela itu merupakan "kebenaran objektif" atau sebenarnya ada "obsesi jiwa" tertentu di dalam diri kita, yang kita sadari atau tidak kita sadari, mendorong kita untuk "ngotot"?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;Misalnya, ketika kita merasakan perbedaan pendapat sebagai suatu persaingan. Sehingga, ketika pendapat kita ditolak, kita merasakannya sebagai kekalahan. Jadi, yang kita bela adalah "obsesi jiwa" kita. Bukan kebenaran objektif, walaupun —karena faktor setan— kita mengatakannya demikian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Bila yang kita bela memang obsesi jiwa, kita harus segera berhenti memenangkan gengsi dan hawa nafsu. Segera bertaubat kepada Allah swt. Sebab, itu adalah jebakan setan yang boleh jadi akan mengantar kita kepada pembangkangan dan kemaksiatan. Tapi, seandainya yang kita bela adalah kebenaran objektif dan yakin bahwa kita terbebas dari segala bentuk obsesi jiwa semacam itu, kita harus yakin, syuro pun membela hal yang sama. Sebab, berlaku sabda Rasulullah saw., "Umatku tidak akan pernah bersepakat atas suatu kesesatan." Dengan begitu kita menjadi lega dan tidak perlu ngotot mempertahankan pendapat pribadi kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;Seandainya kita tetap percaya bahwa pendapat kita lebih benar dan pendapat umum yang kemudian menjadi keputusan syuro lebih lemah atau bahkan pilihan yang salah, hendaklah kita percaya mempertahankan kesatuan dan keutuhan shaff jamaah dakwah jauh lebih utama dan lebih penting dari pada sekadar memenangkan sebuah pendapat yang boleh jadi memang lebih benar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Karena, berkah dan pertolongan hanya turun kepada jamaah yang bersatu padu dan utuh. Kesatuan dan keutuhan shaff jamaah bahkan jauh lebih penting dari kemenangan yang kita raih dalam peperangan. Jadi, seandainya kita kalah perang tapi tetap bersatu, itu jauh lebih baik daripada kita menang tapi kemudian bercerai berai. Persaudaraan adalah karunia Allah yang tidak tertandingi setelah iman kepada-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Seadainya kemudian pilihan syuro itu memang terbukti salah, dengan kesatuan dan keutuhan shaff dakwah, Allah swt. dengan mudah akan mengurangi dampak negatif dari kesalahan itu. Baik dengan mengurangi tingkat resikonya atau menciptakan kesadaran kolektif yang baru yang mungkin tidak akan pernah tercapai tanpa pengalaman salah seperti itu. Bisa juga berupa mengubah jalan peristiwa kehidupan sehingga muncul situasi baru yang memungkinkan pilihan syuro itu ditinggalkan dengan cara yang logis, tepat waktu, dan tanpa resiko. Itulah hikmah Allah swt. sekaligus merupakan satu dari sekian banyak rahasia ilmu-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Dengan begitu, hati kita menjadi lapang menerima pilihan syuro karena hikmah tertentu yang mungkin hanya akan muncul setelah berlalunya waktu. Dan, alangkah tepatnya sang waktu mengajarkan kita panorama hikmah Ilahi di sepanjang pengalaman dakwah kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: inherit; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;Sesungguhnya dalam ketidaksetujuan itu kita belajar tentang begitu banyak makna imaniyah: tentang makna keikhlasan yang tidak terbatas, tentang makna tajarrud dari semua hawa nafsu, tentang makna ukhuwwah dan persatuan, tentang makna tawadhu dan kerendahan hati, tentang cara menempatkan diri yang tepat dalam kehidupan berjamaah, tentang cara kita memandang diri kita dan orang lain secara tepat, tentang makna tradisi ilmiah yang kokoh dan kelapangan dada yang tidak terbatas, tentang makna keterbatasan ilmu kita di hadapan ilmu Allah swt yang tidak terbatas, tentang makna tsiqoh (kepercayaan) kepada jamaah.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: inherit; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;Jangan pernah merasa lebih besar dari jamaah atau merasa lebih cerdas dari kebanyakan orang. Tapi, kita harus memperkokoh tradisi ilmiah kita. Memperkokoh tradisi pemikiran dan perenungan yang mendalam. Dan pada waktu yang sama, memperkuat daya tampung hati kita terhadap beban perbedaan, memperkokoh kelapangan dada kita, dan kerendahan hati terhadap begitu banyak ilmu dan rahasia serta hikmah Allah swt. yang mungkin belum tampak di depan kita atau tersembunyi di hari-hari yang akan datang.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="line-height: 16px;"&gt;Terlepas dari seluruh mekanisme yang terjadi, semestinya sebagai seorang yang faham tentang kedudukan syuro dalam jamaah, akan turut serta sampai berdarah-darah&lt;/span&gt;&amp;nbsp;mengawal demi &lt;i&gt;landing&lt;/i&gt;nya keputusan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 16px;"&gt;Dulu murobiku pernah cerita jadi kalau pas syuro, mau bertengkar, mau berantem sampai lempar-lemparan kursi ga papa, tapi kalau sudah ketok palu jadi keputusan syuro ya sudah, sepahit apapun kita harus taat. karena jamaah ini tidaka akan berdiri tanpa ketaatan kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 16px;"&gt;Ketidaksepakatan kita terhadap hasil syuro tidak menjadi ijin kita bermanuver di lapagan, tidak pula jadi pembenaran sikap paradoksal kita, memang tidak mudah mengelola kekecewaan, tapi dengannya insyaAllah ada keberkahan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 16px;"&gt;yah, akhirnya semoga ada hikmah dari sekian yang sudah banyak terlalui...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/326812581030801494-7248514912276741749?l=amuazka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amuazka.blogspot.com/feeds/7248514912276741749/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=326812581030801494&amp;postID=7248514912276741749' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/7248514912276741749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/7248514912276741749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amuazka.blogspot.com/2012/01/syuro-oh-syuro-sebuah-refleksi.html' title='Syuro oh Syuro.. (sebuah refleksi)'/><author><name>amuazka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18153733933101718598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-mnTsPTlK2EM/Tx5iJUgUK7I/AAAAAAAAAIw/X8KG3VCV14M/s220/DSCN4608.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-WG5WWGNUJ8k/TxycNtTG8FI/AAAAAAAAAIc/-u21hNMYNHE/s72-c/meeting_wallpaper_dc66c.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-326812581030801494.post-1580514976368534561</id><published>2012-01-22T07:14:00.000+07:00</published><updated>2012-01-24T09:48:43.585+07:00</updated><title type='text'>Cari Huruf atau Nilai</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/--HAdOV8vdxk/TxtVK_0B85I/AAAAAAAAAIM/fd4uQhHxGNM/s1600/ujian.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="190" src="http://2.bp.blogspot.com/--HAdOV8vdxk/TxtVK_0B85I/AAAAAAAAAIM/fd4uQhHxGNM/s200/ujian.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Berhubung yang punya blog adalah seorang (masih) mahasiswa, dan sekarang ini musim-musimnya setiap mahasiswa liburan sambil menunggu sambil debar-debar hasil yang tertoreh dalam DHS yang sudah dijalani satu semester yang lalu, maka akan sedikit berceloteh (via tulisan tentunya) tentang fenomena pasca ujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat di dream house, beberapa teman berkumpul mengerubungi laptop dengan ekspresi yang macem-macem, nano nano tampaknya. karena penasaran hebohnya, jadi saya mendekat dan memperhatikan apa yang sebenarnya nampak di layar laptop tersebut, ternyata yang terlihat adalah halaman nilai dalam sebuah alamat situs www.siakad.uny.ac.id, wah pantas saja seru (sambil merenungi sejenak, sudah berapa lama ya ga buka situs itu :D)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang menarik adalah cerita-cerita heboh setelah itu,&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;ada yang cerita "wah saya itu mata kuliah &lt;i&gt;ini &lt;/i&gt;ngga ngumpul 2 tugas primer, tapi masih dapat B+, temen temen yang lain full tugas juga cuma dapa B+" sambil menarik senyum kemenangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang lain, "coba buka punya si &lt;i&gt;A... &lt;/i&gt;&amp;nbsp;nah tu si &lt;i&gt;A &lt;/i&gt;&amp;nbsp;saja cuma dapat B, padahal paling rajin di kelas, aku yang sering mbolos juga dapat B-, hahaha" tawa bahagia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cerita lain "wah, semester ini ancur, jeblok, yang diprediksi bagus malah dapet jelek, yang diprediksi jelek malah bagus, hwaaaa" gemes banget orangnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar cerita-cerita seru tadi, dalam hati justru terjadi diskusi seru yang akhirnya gagal terungkap untuk menjadi fokus berbeda dalam pembicaraan dengan tema hasil ujian tadi..&lt;br /&gt;di dalam hati justru bertanya, sebenarnya kuliah itu kita nyari &lt;i&gt;nilai &lt;/i&gt;atau sekedar &lt;i&gt;huruf&lt;/i&gt;&amp;nbsp;yang muncul di siakad. evaluasi belajar kita ditentukan dengan nilai akhir berbentuk deretan&amp;nbsp;&lt;i&gt;huruf. &lt;/i&gt;kesan yang saya dapat adalah, menjadi beres semua urusan kalau dapat A, dan sebaliknya jika dapat C, atau D. tanpa peduli proses belajar itu sendiri. tanpa peduli &lt;i&gt;nilai&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(substansi keilmuan) yang didapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya mungkin memang seperti itu sistem pendidikan menggiring kita dalam menentukan keberhasilan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam sebuah kelas mata kuliah lanjutan, mata kulia yang hanya boleh diambil saat mata kuliah syarat di semester sebelumnya lulus,&lt;br /&gt;seorang dosen memberikan sebuah pertanyaan kepada mahasiswanya, yang singkat cerita tidak ada satupun &amp;nbsp;ada diantara mahasiswa yang bisa menjawab.&lt;br /&gt;lantas dosen ini berucap:&lt;br /&gt;"lha gimana, dulu mata kuliah syarat dapat nilai apa?"&lt;br /&gt;mahasiswa (sebagian besar):&lt;br /&gt;" dapat A bu"&lt;br /&gt;dosen:&lt;br /&gt;"nilai A dari mana ya, pertanyaan mendasar seperti ini saja ga bisa jawab"&lt;br /&gt;terhenyak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semestinya ada ekuivalensi antara &lt;i&gt;huruf &lt;/i&gt;(nilai dalam DHS)&amp;nbsp;dengan &lt;i&gt;nilai &lt;/i&gt;(substansi keilmuan) tapi realitanya...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;coba cek DHS kita, cari list deretan huruf-huruf A, lantas kita merenung, benarkah kita sudah memahami secara utuh tentang mata kuliah yang kita mendapati nilai sempurna?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebenarnya kita kuliah itu nyari &lt;i&gt;huruf &lt;/i&gt;atau nyari &lt;i&gt;nilai &lt;/i&gt;si?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pertanyaan itu akhirnya hilang bersama ludah yang tertelan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/326812581030801494-1580514976368534561?l=amuazka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amuazka.blogspot.com/feeds/1580514976368534561/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=326812581030801494&amp;postID=1580514976368534561' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/1580514976368534561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/1580514976368534561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amuazka.blogspot.com/2012/01/cari-huruf-atau-nilai.html' title='Cari Huruf atau Nilai'/><author><name>amuazka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18153733933101718598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-mnTsPTlK2EM/Tx5iJUgUK7I/AAAAAAAAAIw/X8KG3VCV14M/s220/DSCN4608.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/--HAdOV8vdxk/TxtVK_0B85I/AAAAAAAAAIM/fd4uQhHxGNM/s72-c/ujian.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-326812581030801494.post-1240304217712853511</id><published>2012-01-18T23:35:00.000+07:00</published><updated>2012-01-24T09:49:09.170+07:00</updated><title type='text'>Parade Pertanggungjawaban Amanah (sebuah kritik)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-nIyUBbaBDVc/TxtWw46PYGI/AAAAAAAAAIU/umnvg58GaYM/s1600/palu-hakim.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="138" src="http://2.bp.blogspot.com/-nIyUBbaBDVc/TxtWw46PYGI/AAAAAAAAAIU/umnvg58GaYM/s200/palu-hakim.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Menjadi satu sebuah kewajiban atau mungkin lebih tepat disebut ritual rutin (konteks kampus) bahwa seetiap akhir kepengurusan atau amanah, maka ada satu bentuk pertanggung jawaban yang harus dihadirkan, baik secara tertulis maupun lisan. secara istilah disebut dengan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ). dan forumnya biasanya berbentuk sidang dengan nama beragam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit saya ceritakan tentang ritual rutin tersebut...&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;secara bentuk, kita akan menjumpai bahwa LPJ tersusun begitu tebal, saingan deh sama skripsi bahkan biasanya jauh lebih tebal lengkap dengan hard cover. tampak luar terlihat sangat profesional.&lt;br /&gt;secara konten, *sebagian besar* akan terbagi pada beberapa badan struktur, mulai kata pengantar, laporan masing-masing unit struktur, dan biasanya yang lebih dari separonya adalah lampiran&lt;br /&gt;secara lisan, LPJ itu akan disampaikan secara secara bergiliran dari tiap-tiap unit, mulai dari ketua sampai bidang-bidang yang ada. kemudian dikritisi oleh audience, dan selanjutnya dinilai..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas baragkali akan terlihat lazim, tapi kalau kita tilik lebih jauh, tentang urgensi dan dampak dari sebuah laporan pertanggung jawaban itu apa sebenarnya to...maka,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, LPJ selain sebuah laporan ketercapaian visi dari sebuah lembaga, artinya sudah sejauh mana visi lembaga tersebut tercapai, dan positioningnya saat akhir kepengurusan, juga menjadi bagian penting dari proses mewariskan titik capaian. ini terkait dengan kontinum dari sebuah lembaga. sehingga kepengurusan selanjutnya menjadi tau harus mulai dari mana mereka dalam pencapaan visi. karena idealnya ada mata rantai terkait dari satu kepengurusan ke kepengurusan selanjutnya.. ada kontinum visi disana..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Realita yang terjadi adalah ada banyak hal yang perlu diikritisi tapi yang bagi saya perlu digaris bawahi tebal adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;LPJ semestinya adalah laporan utuh seuah lembaga, bukan laporan parsial tiap-tiap unit dalam sebuah lembaga. coba cek *sebagian besar* LPJ secara teks kita akan meliha judul-judul yang aneh. laporan ketua, laporan wakil ketua, laporan skretaris, laporan bidang ini bidang itu, nah padahal semestinya mereka laporannya ya keketua lembaga tersebut dong. dan yang kadang lebih parah, laporan unit itu sama sekali ga ada kaitannya sama pencapaian visi lembaga.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pada saat penyampaian juga tak kalah anehnya, semua unit dalam lembaga itu leader-leadernya maju semua dan secara bergantian menyampaikan laporannya masing-masing. nah ini laporan apa? bahkan tidak jarang satu diantaranya saling kontra.&amp;nbsp;coba kita lihat contoh, laporan presiden misal dalam sidang paripurna MPR. kan ngga semua mentri kabinetnya maju kedepan jejer jejer, trus ngomong satu persatu. ya mereka bukan tidak laporan, mereka laporannya ya ke presiden, lantas oleh Presiden dirangkum sebagai laporan utuh sebuah lembaga bernama negara.Saat mentri laporan ke DPR juga sama, ga semua dirjennya ngomong, cukup mentrinya aja, sebagai bentuk laporan utuh dari lembaga bernama kementrian tersebut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;seringkali yang dilaporkan adalah program kerja, yang sudah terlaksana dan yang belum terlaksana, padahal menuruut saya,program kerja itu hanya cara saja untuk merealisasikan visi.apakah salah? tidak, manakala kemudian dikaitkan dengan pencapaian visi. misal, program kerja ini kita laksanakan, hasilnya kaya apa dan dampak kepada visi seperti apa. begitu. tapi seringkali hanya berhenti pada sudah terlaksana atau belum, hambatanya apa dan rekomendasinya apa. dampaknya di poin 4&lt;/li&gt;&lt;li&gt;warisan dari forum LPJ itu bukan sudah sampai dimana pencapaian visi lembaga, tapi warisan proker. yang seolah harus dilaksanakan atau tidak dilaksanakan oleh kepengurusan berikutnya. padahal bisa jadi di tahun selanutnya belum tentu relevan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;sebagai referensi mungkin bisa kita baca LPJ presiden atau beberapa kementrian di indonesia, urut mulai renstra sampai laporan pencapaiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya mungkin itu sedikit hal yang sampai sekarang masih sering membuat saya geleng-geleng. sekali lagi yang saya sampaikan konteksnya adalah kampus. semga seantiasa ada perbaikan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/326812581030801494-1240304217712853511?l=amuazka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amuazka.blogspot.com/feeds/1240304217712853511/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=326812581030801494&amp;postID=1240304217712853511' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/1240304217712853511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/1240304217712853511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amuazka.blogspot.com/2012/01/parade-pertanggungjawaban-amanah-sebuah.html' title='Parade Pertanggungjawaban Amanah (sebuah kritik)'/><author><name>amuazka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18153733933101718598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-mnTsPTlK2EM/Tx5iJUgUK7I/AAAAAAAAAIw/X8KG3VCV14M/s220/DSCN4608.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-nIyUBbaBDVc/TxtWw46PYGI/AAAAAAAAAIU/umnvg58GaYM/s72-c/palu-hakim.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-326812581030801494.post-510652665808097018</id><published>2012-01-16T06:11:00.000+07:00</published><updated>2012-01-28T15:35:44.006+07:00</updated><title type='text'>Mencintai itu..</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-KSnZ1aeSjhc/TyOzRoxoJoI/AAAAAAAAALU/sl4m1zh-6G0/s1600/cinta+adalah.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-KSnZ1aeSjhc/TyOzRoxoJoI/AAAAAAAAALU/sl4m1zh-6G0/s320/cinta+adalah.png" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-color: rgb(235, 235, 235); border-bottom-style: double; border-bottom-width: 3px; border-color: initial; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #444444; font-family: LeagueGothicRegular, 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-weight: normal; line-height: 32px; margin-bottom: 20px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 30px; text-align: right; text-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.199219) 0px 1px 1px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="background-color: white; color: black; font-family: 'Times New Roman'; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيم&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-color: rgb(235, 235, 235); border-bottom-style: double; border-bottom-width: 3px; border-color: initial; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #444444; font-family: LeagueGothicRegular, 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-weight: normal; line-height: 32px; margin-bottom: 20px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 5px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 30px; text-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.199219) 0px 1px 1px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;i style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: medium; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara, sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah &amp;nbsp;Subhanahu wa Ta’ala, supaya kamu mendapat rahmat.&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;(Qs al-Hujurât/ 49:10)&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div class="arab" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: url(http://cdn.khotbahjumat.com/wp-content/themes/premiumpixels/images/line-arab.gif); background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #444444; direction: rtl; font-family: 'KFGQPC Uthman Taha Naskh', KFGQPC_Naskh, 'Traditional Arabic', Tahoma, sans-serif; font-size: 32px !important; line-height: 25px; margin-bottom: 22px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: right; vertical-align: baseline;"&gt;لاَيُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ ِلأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِى&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #444444; font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 25px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Tidak (sempurna) iman salah seorang di antara kamu hingga dia mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri &amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;i style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #444444; font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 25px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;(bukhori-muslim).&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #444444; font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 25px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #444444; font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 25px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="arab" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: url(http://cdn.khotbahjumat.com/wp-content/themes/premiumpixels/images/line-arab.gif); background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; direction: rtl; font-family: 'KFGQPC Uthman Taha Naskh', KFGQPC_Naskh, 'Traditional Arabic', Tahoma, sans-serif; font-size: 32px !important; font-style: normal; margin-bottom: 22px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: right; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;i style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #444444; font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 25px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;مَثَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ فِيْ تَوَدِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ كَمَثَلَ الْجَسَدِالْوَاحِدِ ,إِذَااشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِوَالْحُمَّى&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;i style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #444444; font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 25px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;i style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;“Perumpamaan kaum mukminin satu dengan yang lainnya dalam hal saling mencintai, saling menyayangi dan saling berlemah lembut di antara mereka adalah seperti satu tubuh. Apabila salah satu anggota badan sakit, maka semua anggota badannya juga merasa demam dan tidak bisa tidur&lt;/i&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;.” (al hadits)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color: #444444; font-family: 'Helvetica Neue',Helvetica,Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 12px; line-height: 25px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color: #444444; font-family: 'Helvetica Neue',Helvetica,Arial,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 25px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color: #444444; font-family: 'Helvetica Neue',Helvetica,Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 25px;"&gt;Berempati adalah konsekuensi logis atau dampak dari mencintai&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color: #444444; font-family: 'Helvetica Neue',Helvetica,Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 25px;"&gt;mencintai adalah konsekuensi logis atau dampak dari kita berukhuwah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color: #444444; font-family: 'Helvetica Neue',Helvetica,Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 25px;"&gt;Ukhuwah adalah konsekeunsi logis atau dampak dari kita iman kita kepada Allah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color: #444444; font-family: 'Helvetica Neue',Helvetica,Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 25px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color: #444444; font-family: 'Helvetica Neue',Helvetica,Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 25px;"&gt;Maka mencintai atau tidak itu bukan pilihan, tetapi kewajiban. tentu saja cinta tanpa reduksi makna. bukan cinta yang dimaknai hubungann pria wanita. tapi cinta yang sebenar-benarnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color: #444444; font-family: 'Helvetica Neue',Helvetica,Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 25px;"&gt;Mencintai berarti memberi sebagia dari kita, berkorban menjadi niscaya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color: #444444; font-family: 'Helvetica Neue',Helvetica,Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 25px;"&gt;dan mencintai itu menomerduakan diri, merasakan apa yang ia rasa pertamavkali, mengutamakan orang yang dicintai meski harus berkorban diri dan apa yang dimiliki&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color: #444444; font-family: 'Helvetica Neue',Helvetica,Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 25px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color: #444444; font-family: 'Helvetica Neue',Helvetica,Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 25px;"&gt;Mencintai itu bukan kesalahan atau kehinaan, bukan cinta yang salah, cuma terkadang, kita sebagai pemilik rasa yang salah mengelolanya&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color: #444444; font-family: 'Helvetica Neue',Helvetica,Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 25px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/326812581030801494-510652665808097018?l=amuazka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amuazka.blogspot.com/feeds/510652665808097018/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=326812581030801494&amp;postID=510652665808097018' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/510652665808097018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/510652665808097018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amuazka.blogspot.com/2012/01/mencintai-itu.html' title='Mencintai itu..'/><author><name>amuazka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18153733933101718598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-mnTsPTlK2EM/Tx5iJUgUK7I/AAAAAAAAAIw/X8KG3VCV14M/s220/DSCN4608.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-KSnZ1aeSjhc/TyOzRoxoJoI/AAAAAAAAALU/sl4m1zh-6G0/s72-c/cinta+adalah.png' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-326812581030801494.post-6701593954043717438</id><published>2012-01-15T09:01:00.000+07:00</published><updated>2012-01-15T09:01:29.630+07:00</updated><title type='text'>Tidak Harus Semuanya Dimulai Dari Orientasi Ideal</title><content type='html'>terkadang keinginan kita untuk berbuat sesuatu, menjadi pending karena idealisme prasyarat yang kita ajukan sendiri. misal orang mau bangun rumah, tetapi dia memberikan syarat pada dirinya sendiri bahwa untuk membangun rumah ia harus punya tabungan 100 juta misal, saat dia sudah punya uang 90 juta, dia tak kunjung memulai membangun, akhirnya yang 90 juta itu ga jadi 100 malah berkurang banyak :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atau contoh lain, orang mau bisnis rumah makan, pinginnya mak jreng langsung berdiri rumah makan besar, saat modalnya baru cukup untuk sebuah gerobag, alangkah lebih baik memulai dari gerobak itu, idealisme tentang rumah makan besar bertahap. yang penting action dulu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;termasuk dalam hal kita pingin berubah menjadi lebih baik (red: ngaji) atau mengikuti kegiatan-kegiatan dakwah keagamaan lah. tidak harus kesemuanya dimulai dari niat yang lurus karena Allah swt. walaupun akhirnya harus gitu, semuanya dimuarakan karena dan untuk Allah. tapi tidak harus dimuali dengan idealisme orientasi yang lebih sering membuat orang takut untuk ngaji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dulu pertama kali saya memulai ngaji, juga bukan karena kesadaran hamba yang banyak dosanya, paska kontemplasi dimalam hari kemudian pagi-paginya berniat untuk ngaji, enggak! ga begitu..&lt;br /&gt;awal mula saya ngaji adalah karena keterpaksaan, begini kisahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;suatu hari kakak tertua dalam keluarga saya pulang dari perantauannya di bandung. sedikit saya ceritakan bahwa beliau itu orangnya tegas, dan keras. walaupun sebenarnya penyayang :D&lt;br /&gt;suatu hari beliau menghampiri saya dan bertanya "nom, mau ngaji nggak?"&lt;br /&gt;wah bingung deh jawabnya, ngomong mau, males ngejalaninnya, mau ngomong enggak pasti deh kena marah. setelah berdiskusi dengan diri sendiri, akhirnya saya jawab "iya mas, mau"&lt;br /&gt;2 hari berikutnya beliau hadirkan sesosok guru ngaji buat saya, yang akhirnya beliau benar benar menjadi inspirator kehidupan saya, lan kali dalam satu judul sendiri,hehe.&lt;br /&gt;lanjut,&lt;br /&gt;dari sana akhirnya terjadilah ritual rutin berjudul ngaji tiap pekan, saya jalani semua dengan keterpaksaan dan kekhawatiran kalau ga berangkat asti dimarahi kakak.&lt;br /&gt;sampai pada suatu saat terjadi satu hal yang benar benar merubah mindset saya tentang ngaji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat itu jadwal rutin ngaji setiap pekan, dan waktu itu juga hujan mengguyur desa saya. wah rasanya maleees banget berangkat, tetapi -sekalilagi- berbekal ketakutan dimarahi kakak itu akhirnya saya memutuskan untuk berangkat ngaji. setibanya ditempat ngaji,tempatnya dirumah temen ngaji saya, baru ada satu orang. setelah lima belas menitan menunggu diruang tamu, terdengarlah suara motor guru ngaji kami.kami bangkit ke teras untuk menyambut kehadiran beliau, dan disanalah hentakan keras pada hati saya terjadi..&lt;br /&gt;guru ngaji kami-murobbi kami menyebutnya. membuka mantel dan helmnya (sampai sekarang saya masih begitu ingat ekspresi beliau) lantas dengan tulus beliau melihat ke arah kami dan tersenyum, indah sekali senyumnya.&lt;br /&gt;ya dan waktu itu saya benar-benar terhenyak, ditengah guyuran hujan deras, guru ngaji saya yang butuh waktu setengah jam untuk sampai di tempat ngaji saya begitu bersemangat menghadiri forum itu. siapa yang butuh?? bukankah saya yang butuh?? lantas kenapa hanya berpindah seratus meter dari rumah untuk berangkat ngaji saya begitu malas, sementara murobi saya..... subhanallah....&lt;br /&gt;diskusi panjang terjadi dalam nurani saya.. pingin menangis rasanya kalau inget momen itu..&lt;br /&gt;sejak saat itu, saya berjanji bahwa seberat apapun saya tidak akan pernah tidak berangkat ngaji-red: liqo-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sahabat yang berbahagia, tidak harus semuanya dimulai dengan orientasi ideal, saat kita punya niat baik, segera take action!!&lt;br /&gt;jangan tidak bersedekah karena takut tidak ikhlas, jangan tidak sholat karena takut riya, jangan tidak ngaji karena takut mengharap doi. mulai saja! berniat dan mulai!&lt;br /&gt;take action and miracle hapen..&lt;br /&gt;insyaAllah langkah kita untuk memulai (action)adalah tahap pertama untuk menuju pada orientasi ideal..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/326812581030801494-6701593954043717438?l=amuazka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amuazka.blogspot.com/feeds/6701593954043717438/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=326812581030801494&amp;postID=6701593954043717438' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/6701593954043717438'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/6701593954043717438'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amuazka.blogspot.com/2012/01/tidak-harus-semuanya-dimulai-dari.html' title='Tidak Harus Semuanya Dimulai Dari Orientasi Ideal'/><author><name>amuazka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18153733933101718598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-mnTsPTlK2EM/Tx5iJUgUK7I/AAAAAAAAAIw/X8KG3VCV14M/s220/DSCN4608.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-326812581030801494.post-4132237618189665019</id><published>2012-01-14T23:49:00.000+07:00</published><updated>2012-01-14T23:49:13.120+07:00</updated><title type='text'>Bagaimana Rasanya? (sebuah analogi)</title><content type='html'>Bagaimana rasanya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika kita suatu saat menemukan sebuah lahan non produktif, yang berantakan, acak-acakan, atau mungkin sederhananya tidak sesuai dengan idealisme yang kita miliki.&lt;br /&gt;lantas dengan seluruh daya upaya yang kita miliki,kita berusaha merubah sebuah lahan itu menjadi lahan yang sesuai dengan idialisme kita..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita tebang pohon-pohon tua yang sudah tak bermanfaat lagi, kita bersihkan seluruh sampah-sampah yang berserakan, kita basmi seluruh benalu-benalu atau virus-virus dan seluruh penyakit yang menjakit di lahan itu, kita cangkul, meratakan tanah, mencabut rumput liar dan sebagainya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam prosesnya tentu saja tidak mulus, kelelahan yang sangat, air mata karena menahan sakit, bahkan tak jarang darah mengalir karena luka yang diderita. lelah karena begitu banyak yang harus diakukan, menebang pohon-pohon besar dan sebagainya, menangis karena harus bertemu dengan hal-hal diluar prasangka dan persepsi perasaan yang menyakitkan, berdarah-darah karena mungkin kecelakaan atau mungkin karena memang harus berhadapan dengan tantangan luar. bertemu dengan binatang buas, atau duri-duri yang sengaja menjabak kita agar terluka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi diantara kesemua itu, kita tetap tekun, gigih , istiqomah, merawat, mengolah lahan tersebut. dengan satu cita-cita bahwa, ya kelak dari lahan itu akan tumbuh pepohonan, dedaunan, bunga-bunga, yang kesemuanya akan mewarnai dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seiring pengorbanan dan perjuangan yang berkompetisi dengan bergulirnya waktu, akhirnya lahan itupun siap untuk ditanami. senyum, ya tersenyum pasti. lahan porak poranda, sekarang siap untuk menjadi ruang tanam mimpi..&lt;br /&gt;lantas kita tanam benih tumbuhan, buah, bunga. kita semai dengan cinta...&lt;br /&gt;setiap hari kita datangi, kita sirami, kita rawat, kita beri perhatian bahkan lebih dari memperhatikan diri kita sendiri..&lt;br /&gt;manakala ada benalu, atau ada ancaman bagi masadepan benih-benih itu, kita sigap, kita segera ambil langkah preventif, atau dengan tegas kita akan basmi seluruh ancaman itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari demi hari, bulan demi bulan, akhirnya benih itu tumbuh subur, indah dan mengindahkan, sejuk, gemerlap mewarna dunia.. ya, itulah yang sungguh diharapkan ketika awal mangayun cangkul mengolah lahan yang berantakan di awal..&lt;br /&gt;ya, lahan itu sekarang berubah menjadi perkebunan indah, taman bunga penuh warna, dan hijau penyejuk udara.. tak ada yang tidak suka melihatnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagaimana rasanya, seandainya lahan itu direbut orang lain, justru orang lain yang menuai hasilnya, orang lain! benar-benar orang lain.. bukan anak-keturunan kita,atau orang-orang satu visi dengan kita. tapi orang lain, yang bahkan tidak merasakan rasanya berdarah-darah merawatnya. hanya orang lewat yang terpesona dengan keindahannya,lantas dengan otoritas yang dimiliki, atau pesona yang dimiliki dengan seenaknya, ia rebut lahan indah itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagaimana rasanya...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/326812581030801494-4132237618189665019?l=amuazka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amuazka.blogspot.com/feeds/4132237618189665019/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=326812581030801494&amp;postID=4132237618189665019' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/4132237618189665019'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/4132237618189665019'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amuazka.blogspot.com/2012/01/bagaimana-rasanya-sebuah-analogi.html' title='Bagaimana Rasanya? (sebuah analogi)'/><author><name>amuazka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18153733933101718598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-mnTsPTlK2EM/Tx5iJUgUK7I/AAAAAAAAAIw/X8KG3VCV14M/s220/DSCN4608.JPG'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-326812581030801494.post-8929325875824065479</id><published>2012-01-13T21:43:00.000+07:00</published><updated>2012-01-13T21:58:12.986+07:00</updated><title type='text'>bertanya kembali</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 0in; text-indent: 0in;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 0in; text-indent: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;suatuketika dalam sebuah kajian ada seorang akhwat bertanya kepada narasumber:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 0in; text-indent: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 0in; text-indent: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;"ustad,saya seorang yang rutin menjalankan sholat malam, sholat duha, dan puasa.insyaAllah saya melakukannya rutin setiap momen waktu. tetapi persoalannyaadalah akhir-akhir ini saya tidak merasakan hal yang saya lakukan tersebuttidak lebih dari rutinitas belaka, tanpa &lt;i&gt;ruh&lt;/i&gt; sama sekali,sehingga menjadikan saya jenuh melakukannya, kira-kira apa penyebabnya ustad?dan bagaimana solusinya? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 0in; text-indent: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 0in; text-indent: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;lantasdijawab oleh ustad yang menjadi narasumber&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 0in; text-indent: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 0in; text-indent: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;"terkadangkita perlu memperbaharui niat dalam menjalankan kesemua rutinitas itu, untuksiapa si sebenarnya kita melakukan rutinitas itu, jangan-jangan hanya untukkepentingan dunia semata. dan yang tak kalah penting adalah kita perlu membacaulang tentang faedah atau manfaat-manfaat dari rutinitas yang kita lakukan.jadi kita benar-benar memahami apa yang kita lakukan'&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 0in; text-indent: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 0in; text-indent: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;kira-kiraseperti itulah potongan kisah lampau yang terjadi sekitar 4 tahunan yang lalu,tapi masih teringat jelas dalam memoriku. terutama pada bagian "jadi kitabenar-benar memahami apa yang kita lakukan"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 0in; text-indent: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 0in; text-indent: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;ya,memahami setiap apa yang kita kerjakan, apa, bagaimana, untuk siapa, dan apamanfaatnya..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 0in; text-indent: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 0in; text-indent: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;pernahkahterbersit dalam hati kita kenapa kita hidup? kenapa kita islam? kenapa kitakuliah? kenapa kita ngaji? dan sebagainya. pernah?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 0in; text-indent: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 0in; text-indent: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;ataukita sekedar menjalani kesemuanya yang terjadi dalam hidup kita menjadirutinitas belaka? bukan karena kefaaman utuh dalam diri kita?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 0in; text-indent: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 0in; text-indent: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;rutinlahberdialog dengan diri kita masing-masing, tentang apa yang sudah, sedag danakan kita lakukan. sekali lagi, supaya kita benar-benar memahami apa yang kitalakukan..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/326812581030801494-8929325875824065479?l=amuazka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amuazka.blogspot.com/feeds/8929325875824065479/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=326812581030801494&amp;postID=8929325875824065479' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/8929325875824065479'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/8929325875824065479'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amuazka.blogspot.com/2012/01/bertanya-kembali.html' title='bertanya kembali'/><author><name>amuazka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18153733933101718598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-mnTsPTlK2EM/Tx5iJUgUK7I/AAAAAAAAAIw/X8KG3VCV14M/s220/DSCN4608.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-326812581030801494.post-6957707008339362750</id><published>2012-01-11T14:52:00.001+07:00</published><updated>2012-01-11T14:56:10.632+07:00</updated><title type='text'>Metamorfdiri #4</title><content type='html'>Kita tidak sedang berada pada lingkungan yang mendukung kita untuk jadi baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“mas, sekarang aku aktiv di kegiatan mas, fokusnya dalam ranah pemberdayaan perempuan”&lt;br /&gt;Ucap salah seorang teman, ya perbincangan yang diawali dengan obrolan ringan sampai temanku yang satu ini berucapa menceritakan aktivitas sosialnya. Dan tentu saja hal itu mengundang rasa ingin tahuku dan terjadilah perbincangan:&lt;br /&gt;Aku  : “wah seru tuh, bisa aktivitas di ranah social”&lt;br /&gt;Temenku : “biasaa aja mas, dari pada di kos nganggur” sambil menyimpulkan senyum&lt;br /&gt;Aku  : “trus apa aktivitasnya di kegiatan itu?”&lt;br /&gt;Temenku  : dengan wajah bersemangat dia sampaikan “setiap malam minggu mas, kami akan pergi ke tempat-tempat yang dianggap sebagai lading orang pacaran dan berbuat termasuk tempat prostitusi mas”&lt;br /&gt;Tambah penasaran aku&lt;br /&gt;Aku  : “trus apa yang kalian lakukan disana? Apa member penyuluhan? Atau dskusi? Atau apa?&lt;br /&gt;Temenku : “bukan mas, itu standar. Tau apa yang kami lakukan?”&lt;br /&gt;Aku  : “apa?”&lt;br /&gt;Temenku : “ kami bagi-bagi kondom!”&lt;br /&gt;Aku  : *maksa senyum&lt;br /&gt;Temenku : “bagi kami mas, seks bebas itu sudah tidak bisa di cegah. Yang bisa dicegah adalah dampaknya mas, dan hasil surve kami membuktikan bahwa dampak yang paling ditakutkan oleh seorang yang melakukan seks bebas itu bukan HIV AIDS mas, tapi kehamilan. Oleh karena itulah, kami turun untuk membantu agar dampak kehamilan itu bisa direduksi”&lt;br /&gt;MIRIS!!&lt;br /&gt;Tapi begitulah realita lingkungan kita, yang barusan adalah kisah nyata bahwa ada sekelompokorang yang rela bersusah dalam rangka melanggengkan sebuah tindakan asusila bernama free sex, dengan alas an yang sangat manusiawi sebenarnya tetapi salah.&lt;br /&gt;Miris, tapi begitulah realita lingkungan kita&lt;br /&gt;Lihatlah disekeliling kita,&lt;br /&gt;Warnet misalnya, sudah kaya hotel dengan tariff termurah, setiap bilik tertutup rapat bahkan bisa dikunci dari dalam, lengkap dengan fasilitas yang nyaman didalam bilik itu. Yang lebih parah bahka ada sebagian yang menyediakan link ke situs-situs yang tidak semestinya disaksikan. Jangan lupa, Indonesia adalah Negara terbesar ke 3 pengakses situs porno…&lt;br /&gt;Itulah lingkungan kita, dan kita ada di dalamnya.&lt;br /&gt;Contoh lain misal dalam ujian nasional, cek secara riset objektif berapa persen jumlah siswa yang tidak nyontek? Apa ada 10 % atau malah Cuma 1% ? malah ga ada kayaknya. Gimana ga nyontek, orang gurunya saja menganjurkan, sistemnya dibuat agar mempermudah proses nyontek tersebut, bahkan triknya pun diajari. Semuanya terkalahkan dengan ketakutan ketidaklulusan termasuk integritas diri!&lt;br /&gt;Ya, pada akhirnya lulus, lulus uujian nasional sekaligus lulus mengalahkan integritas dirinya. Sukses dengan kelulusan dengan cara menghancurkan masa depanya.&lt;br /&gt;Miris, tapi itulah lingkungan kita.&lt;br /&gt;Semua akhlak baik rasanya harus tergusur kalau kita mau eksis dipanggung kehidupan.&lt;br /&gt;Kuliah misal, dari proses masuk saja sudah ada peluang ketidak jujuran, peluang untuk curang, dengan cara “membeli” satu status mahasiswa. Setelah jadi mahasiswa juga banyak peluang ketidak jujuran, titib absen, nyontek pas ujian, mbayar orang buat ngerjain tugas, bahkan skripsi pun punya tukang. Bahkan tidak sedikit yang status sarjananya adalah melalui transaksi pasar bukan siding ilmiah. Sekali lagi miris.&lt;br /&gt;Atau kalaupun seorang mahasiswa yang lurus sejak masuk sampai kelulusannya, dan setelahnya dia butuh pekerjaan, maka system(red:lingkungan) lagi-lagi memaksa dia untuk berbuat curang. Untuk masuk perusahaan, atau menjadi PNS selalu ada calo yang menjanjikan kelulusan dengan harga berjenjang bahkan. masyaAllah… &lt;br /&gt;Percaya atau tidak tapi begitulah realita yang terjadi disekeliling kita. &lt;br /&gt;Dan saya meyakini setiap kita pasti bisa menceritakan atau menguak kisah-kisah lain yang lebih miris, yang itu membuat kita bersepakat atau tidak sepakat harus menganggukan kepala bahwa kita sedang berada pada lingkungan yang tidak mendukung kita untuk menjadi baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas?? Apa yang harus kita lakukan??&lt;br /&gt;--bersambung#5--&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/326812581030801494-6957707008339362750?l=amuazka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amuazka.blogspot.com/feeds/6957707008339362750/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=326812581030801494&amp;postID=6957707008339362750' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/6957707008339362750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/6957707008339362750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amuazka.blogspot.com/2012/01/meta.html' title='Metamorfdiri #4'/><author><name>amuazka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18153733933101718598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-mnTsPTlK2EM/Tx5iJUgUK7I/AAAAAAAAAIw/X8KG3VCV14M/s220/DSCN4608.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-326812581030801494.post-4578033575494448027</id><published>2012-01-10T20:21:00.000+07:00</published><updated>2012-01-10T20:22:52.987+07:00</updated><title type='text'>Prayboy</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-l8BJORpJLTs/Tww7oaz_PnI/AAAAAAAAAHM/HbNLs8s2-lU/s1600/prayboy.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 333px; height: 333px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-l8BJORpJLTs/Tww7oaz_PnI/AAAAAAAAAHM/HbNLs8s2-lU/s400/prayboy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5695993194295017074" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;keren ni gambar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/326812581030801494-4578033575494448027?l=amuazka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amuazka.blogspot.com/feeds/4578033575494448027/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=326812581030801494&amp;postID=4578033575494448027' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/4578033575494448027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/4578033575494448027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amuazka.blogspot.com/2012/01/prayboy.html' title='Prayboy'/><author><name>amuazka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18153733933101718598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-mnTsPTlK2EM/Tx5iJUgUK7I/AAAAAAAAAIw/X8KG3VCV14M/s220/DSCN4608.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-l8BJORpJLTs/Tww7oaz_PnI/AAAAAAAAAHM/HbNLs8s2-lU/s72-c/prayboy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-326812581030801494.post-8924814674570411895</id><published>2012-01-10T10:46:00.000+07:00</published><updated>2012-01-10T10:48:17.186+07:00</updated><title type='text'>Metamorfdiri #3</title><content type='html'>Parameter ‘baik’ itu beda beda&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jadi jelas, bahwa setiap kita pasti menginginkan pilihan yang terbaik. Persoalannya adalah baik itu yang bagaimana? Pake parameter apa. Karena ternyata baik bagi orang yang satu bisa jadi BEDA dengan baiknya orang lain. &lt;br /&gt;Makan daging kambing bagi sebagian orang adalah salah satu hal terbaik, kandungan protein banyak dan bisa menaikan tekanan darah. Tapi bagi orang hipertensi? Wahana di dufan misal, yang high impact, bisa jadi satu permainan yang menantang dan menyenangkan, tapi bagi para pengidap penyakit jantung? *bunuh diri kali ya….&lt;br /&gt;Cantik bagi si A belum tentu buat si B, cocok buat si A belum tentu buat si C. nah nah nah, &lt;br /&gt;Pernah punya pengalaman menarik, seseorang datang dengan menggebu-gebu, keringat bercucuran mengalir seperti kran di bak (lebay) lantas bercerita tentang satu hal yang bagi dia sangat menarik, &lt;br /&gt;Teman: “mas ayo tak ajak pergi, refresing sekaligus cari ilmu. Seruuuu pokoknya”&lt;br /&gt;Saya: “wah kemana? Sepertinya menarik tu”&lt;br /&gt;Temen: “tentu menarik mas, kita mau berbicara tentang masa depan kita, biarpun masih sma kita semestinya sudah ga bergantung sama orang tua, dan bisa menentukan sendiri arah tujuan hidup kita (muka bijak)”&lt;br /&gt;Saya: “pingin si, tapi maaf ada acara lain, kapan-kapan deh, ada saatnya nanti, hehe (diplomatis)”&lt;br /&gt;Temen: “nyesel ntar lho mas, dia Cuma datang hari ini doang”&lt;br /&gt;Saya: “dia? Dia siapa?”&lt;br /&gt;Temen: “ya yang mau ngasih ilmu sama kita, orangnya keren, kaya, mobilnya bagus, sip deh pokoknya”&lt;br /&gt;Saya: *mikir&lt;br /&gt;Temen: ayolah mas… (muka memelas)&lt;br /&gt;Saya: karena ga tega akhirnya ngomong “yuk deh,”&lt;br /&gt;Temen: *jingkrak-jingkrak&lt;br /&gt;Akhirnya kami berangkat ke suatu tempat yang agak horor,hoho&lt;br /&gt;Setelah 15 menit perjalanan akhirnya sampai tempat tujuan… &lt;br /&gt;Pelan-pelan masuk ke rumah bertemu dengan orang yang dijanjikan, hening karena hanya bertiga disebuah ruang yang ‘horor itu. lalu apa yang terjadi?....&lt;br /&gt;Deng deng deng --------presentasi mlm---------   -_-“&lt;br /&gt;Setelah presentasi lama, samapi selesai. Diakhir acara saya ngomong sama temen saya&lt;br /&gt;Saya: “trimaksih sudah review materi presentasi”&lt;br /&gt;Temen: “review????”(muka sangat penasaran)&lt;br /&gt;Saya: (diam dan menyodorkan kartu tanda anggota mlm yang baru dipresentasikan)&lt;br /&gt;Temen: *tepok jidad *glodhak!!!!&lt;br /&gt;----------kisahnyatadengansedikitrekayasa---------------&lt;br /&gt;Bagi temen saya, saya adalah target terbaik, tapi bagi saya? -___-“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi sebagian orang, bir, wiski, daging babi, dsb adalah hal terbaik dan ternikmat, tapi bagi sebagian orang yang lain malah menjadi laknat. Bagi sebagian orang pacaran, ciuman, sampai freesex adalah surga sebelum surga, bagi sebagian orang yang lain adalah neraka berbalut indah fatamorgana. Bagi sebagian orang, nyontek, korupsi, menipu adalah shortcut kesuksesan, bagi sebagian orang yang lain adalah jurang kehancuran. &lt;br /&gt;Barangkali masih ada banyak cerita lain yang menjadi bukti bahwa parameter terbaik masing-masing orang itu berbeda. Dan lebih penting adalah kita berada diantaranya dan HARUS memilih diantaranya.  Tentu saja yang terbaik!!&lt;br /&gt;Lalu, pertanyaannya adalah:&lt;br /&gt;Baik menurut siapa? Yang universal? Yang kebenarannya mutlak? Yang baik bagi semua orang?&lt;br /&gt;Allah berfirman:&lt;br /&gt; “hai orang-orang beriman, masuklah islam secara kaffah….”&lt;br /&gt;Dalam surat Al Baqarah 216 Allah juga berfirman&lt;br /&gt;“……….Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu……..”&lt;br /&gt;Nah looo…&lt;br /&gt;Bagi yang mengaku beragama Islam, jelas tu perintahnya. Bahwa kita semestinya menjadikan islam sebagai manhaj dalam keseluruhan hidup kita (kaffah), atau bahasa sederhana saya Islam kita jadikan bingkai batas kehidupan kita. Kita boleh ngapain aja asalkan masih ada didalam bingkai tersebut. Dan itu jelas berdampak pada pilihan-pilihan sikap hidup kita.&lt;br /&gt;Pada ayat selanjutnya Allah sampaikan bahwa yang baik menurut kita belum tentu baik meurutNya dan yang buruk menurut kita belum tentu buruk buatNya. &lt;br /&gt;So, dampak dari ke”kaffah”an kita dalam islam tentu saja adalah menjadikan parameter ‘baik’ dalam hidup kita adalah ‘baik’ yang digariskan oleh Allah swt. Bukan keinginan nafsu kita, pilihan kebanyakn orang sekalipun. Tetep madeg jejeg pilih yang “baik” menurut Allah swt&lt;br /&gt;Mulai sekarang, kita jadikan islam sebagai filter dari setiap pilihan-pilihan dalam hidup, biar ridho Allah kita dapatkan. Dan kalau sudah kaya gitu apapun yang kita inginkan, insyaAllah akan dikabulkan.&lt;br /&gt;Selamat mencoba...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/326812581030801494-8924814674570411895?l=amuazka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amuazka.blogspot.com/feeds/8924814674570411895/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=326812581030801494&amp;postID=8924814674570411895' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/8924814674570411895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/8924814674570411895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amuazka.blogspot.com/2012/01/metamorfdiri-3.html' title='Metamorfdiri #3'/><author><name>amuazka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18153733933101718598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-mnTsPTlK2EM/Tx5iJUgUK7I/AAAAAAAAAIw/X8KG3VCV14M/s220/DSCN4608.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-326812581030801494.post-2287846801547199761</id><published>2012-01-07T17:28:00.000+07:00</published><updated>2012-01-07T17:30:29.388+07:00</updated><title type='text'>Metamorfdiri #2</title><content type='html'>Setiap Orang Inginkan Yang Terbaik Bagi Dirinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang jelas menginginkan yang terbaik akan berpihak pada dirinya sendiri, diakui atau tidak tapi begitulah faktanya. Mulai dari hal yang sangat kecil-kecil sampai hal yang besar tentunya. Makanan, rumah, baju, aktivitas, pekerjaan, sahabat, istri, guru atau apapun yang berelasi dengan diri kita, pasti kita menginginkan yang terbaik buat kita. &lt;br /&gt;Makanan misal, kita akan pilih makanan yang paling baik, yang bergzi lengkap, empat sehat lima sempurna pokoknyalah. Kalau mampu tapi,hehe. Kalau enggak? Tetep dari budget yang kita miliki, kita akan pilihkan yang terbaik. Ya ngga? Harus iya *maksa. Kenapa temen-temen yang pada ngekos tu makan hamper tia[ hari pake tempe? Sederhana, karena budgetnya Cuma cukup buat itu,haha. Kalau punya lebih pasti akan milih yang lebih juga, yang terbaik buat dirinya.&lt;br /&gt;Baju misal ni, tentu akan pilih yang paling baik, entah itu bahannya, harganya, kecocokannya, match atau enggaknya, momen apa, dimana dsb. Bahkan bagi sebagian orang dalam hal memilih baju butuh ritual yang pajaaaag, biar dapat yang “ngeh” degan dirinya. Apalagi buat hadapi momen special, seisi lemari bisa keluar semua, (haha mulai deh lebay). Coba bayangkan seandainya ada seorang perempuan/akhwat milihnya gini, jilbab warna merah, baju warna kuning dan rok warna hijau. Gimana tuh? Bisa disangka traffic light berjalan -_-“. Atau misal dalam agenda pertemuan formal, tiba-tiba kita dating dengan baju kostum hallowen, haha bisa ditendang satpam kita. &lt;br /&gt;Sahabat juga kita pingin yang terbaik, ya ga? Yang bisa ngerti kita, yang selalu ada disaat suka dan duka, yang mau berbagi air mata, yang mau nganter kemana-mana, yang bisa dipinjemin uang kapan saja (mulai ngaco) dsb. &lt;br /&gt;Pekerjaan juga pasti pengen yang terbaik, tempatnya nyaman, kerja ringan, tapi gaji besar, haha. Ya setidaknya tidak membuat batin tersiksalah. &lt;br /&gt;Yang ga lupa dan paling sensitive dibicarakan biasanya soal pasangan, ya kan? Hayoo&lt;br /&gt;Kita jelas pingin yang paling ganteng/cantik, yang pengertian, yang keren, yang kaya, yang sholeh dsb. Walaupun kita sering ga nyadar: kita si pasti mau sama orang kaya gitu tapi emang orang yang perfect gitu mau sama kita??? Nah lo *gludhak. &lt;br /&gt;Sampai ada seorang murid datang ke guru ngajinya dan critanya minta dicarikan istri. Sang muridpun menyampaikan criteria yang diinginkan. Banyaaaak, sholehahlah, pnslah, mapanlah, punya motor, cantik, dsb. Detaiiiill banget. Lalu sang guru ngaji dengan wajah serius menjawab “anakku, kalau ada perempuan yang seperti itu, hmm…. pasti sudah saya lamar dari duluuuu, g ague kasihin eloo”. &lt;br /&gt;Murid:  -____-“&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/326812581030801494-2287846801547199761?l=amuazka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amuazka.blogspot.com/feeds/2287846801547199761/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=326812581030801494&amp;postID=2287846801547199761' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/2287846801547199761'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/2287846801547199761'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amuazka.blogspot.com/2012/01/metamorfdiri-2.html' title='Metamorfdiri #2'/><author><name>amuazka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18153733933101718598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-mnTsPTlK2EM/Tx5iJUgUK7I/AAAAAAAAAIw/X8KG3VCV14M/s220/DSCN4608.JPG'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-326812581030801494.post-8500244235336240177</id><published>2012-01-06T07:22:00.000+07:00</published><updated>2012-01-06T07:25:43.088+07:00</updated><title type='text'>Longterm memori</title><content type='html'>yang kalau inget suka bikin ketawa, senyum, tersipu, sedih, kangen, dsb&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;alhuda lama, masih ditimur, bersekat triplek, dan yang paling khas 'thok...thok...thookkk." lalu ada suara "assalamu'alaikum, ada akh/ukh..... bla bla bla..." &lt;br /&gt;main gitar sambil nyanyi nyanyi sampai ditegut "afwan akh, lagunya tidak akhsan.." emang bukan mba, ini lagu keris patih -__-"&lt;br /&gt;ngerjain orang di FIA&lt;br /&gt;jalan jalan tengah malam, eh dini hari, sampai alun2 kidul, nongkrong lama, trus ke tugu, dsb. tapi tetep makannya di burjo depan kos.&lt;br /&gt;tidur dikamar kos ukuran 3x3 (kayaknya) diis 6 orang.. dah ga jelas bentknya. tahu tahu ada yang ga sengaja kakinya neken dispenser pas di tuas buat ngeluarin air, banjir deh -__-"&lt;br /&gt;jenguk rame rame sahabat yang kecelakaan sampai kakinya di gip, disambut dengan senyum khasnya sambil menyibakkan rambut yang berponi,hehe. pulangnya kasih kenang2an tanda tangan di gip&lt;br /&gt;liga onet&lt;br /&gt;edisi temanggung, PPT, preman-preman tarbiyah, nggrudug indomaret kirain mau apa ternyata nyari toilet -__-"", makan siomay di alun alun, main air dikaki gunung, poto siluet, pulangnya ada yang nylempit ditengah truk gandeng, akhirnya sms lagi istirahat di puskesmas, bersamaan dengan itu ada hp ilang di trans jogja. sip&lt;br /&gt; ga punya kos 3 bulan, tiap hari kerjaannya bawa handuk keliling kos orang numpang tidur dan mandi,he&lt;br /&gt;ngobrol bersama dipuncak lawe sambil ditemani rintik gerimis hujan, diakhiri nyanyian. nice :)&lt;br /&gt;di'pecat' dari wakil presiden rema malah dikasih bunga, hehe malamnya candlelight diner alami alias mati lampu sampai larut, dan endingnya ada puisi cinta :')&lt;br /&gt;pasta api unggun, udah ngumpulin kayu, udah susah payah nyaliin api, 5 menit kemudian.... hujan. :'(&lt;br /&gt;poto boysband di tugu, yang akhirnya gagal lounching&lt;br /&gt;jinggle al huda, ajari aku merasa&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;sudah banyak episode ternya, terimakasih, dan maaf.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;pasti banyak yang terlewat tak tertulis, maklumlah sambil lari nulisnya, mencoba memunculkan memori saja...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;ayo tuliskan momen yang lain ya... ntar dikembangkan. jadi novel atau setidaknya kenang-kenangan.&lt;br /&gt;ntar bukunya bisa kita wariskan ke cucu kita masing masing.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;:)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/326812581030801494-8500244235336240177?l=amuazka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amuazka.blogspot.com/feeds/8500244235336240177/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=326812581030801494&amp;postID=8500244235336240177' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/8500244235336240177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/8500244235336240177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amuazka.blogspot.com/2012/01/longterm-memori.html' title='Longterm memori'/><author><name>amuazka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18153733933101718598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-mnTsPTlK2EM/Tx5iJUgUK7I/AAAAAAAAAIw/X8KG3VCV14M/s220/DSCN4608.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-326812581030801494.post-3816238397545230695</id><published>2012-01-05T04:52:00.000+07:00</published><updated>2012-01-05T04:54:45.395+07:00</updated><title type='text'>Metamorfdiri #1</title><content type='html'>Hidup adalah akumulasi dari pilihan sikap&lt;br /&gt;Ibarat sebuah perjalanan yang bertemu dengan pertigaan, perempatan, perlimaan, perenaman, pertujuan dan seterusnya, lantas kita harus memilih salah satu jalan, dalam kehidupan keseharian, kita senantiasa dihadapkan juga dengan pilihan-pilihan hidup. Mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi. Mulai dari pilihan-pilihan kecil sampai pada pilihan-pilihan besar.&lt;br /&gt;Mulai dari bangun pagi, lihat jam itu kita sudah masuk pada pilihan. Akan bangun atau melanjutkan tidur lagi. Kalau milih bangun, maka akan lanjut kepada aktivitas selanjutya yang juga milih, mau gosok gigi atau engga, cuci muka engga, mandi atau enggak, sarapan atau engga, nyetrika baju atau engga, mau berangkat sekolah/kuliah atau enggak, dsb. Yang setiap pilihan itu akan berdampak pada jalan kehidupan. Bisa jangka panjang bisa jangka pedek. Missal ni, pas buka mata, lihat jam nunjuk angka empat, males bangun karena berfikir kepagian trus milih tidur lagi nah ternyata bangun kesiangan jam 6 misal, mangka dampaknya akan mempengaruhi pilihan sikap kita selanjutnya. Karena telat, tidak bisa milih lagi mau sarapan atau enggak, ya bisa si, dengan resiko lebih besar tidak ikut sekolah/kuliah. Contoh lagi, misalnya bangunnya dah pagi tu, trus dihadapkan dengan pilihan mau sarapan atau enggak, ternyata milih enggak sarapan. Ngefek ke kehidupan selanjutnya. Sakit perut akan membuat kehidupan kita jadi berbeda, kelaparan mbikin dikelas ngantuk, ga tau materi, ga memperhatikan dosen atau guru, dimarahi, akhirnya harus minjem catetan, hasil ujian jelek, harus ngulang, dsb. Wah wah wah karena milih ga sarapan bisa ngulang kuliah tahun depan, hehe. Ya agak lebay dikit ga papa deh, tapi itu real, nyata memang seperti itu, bahwa pilihan pilihan kita dalam setiap momen waktu akan berdampak pada kehidupan selanjutnya. Yang lebih besar misalnya adalah ketika kita lulus smp atau sma, lantas harus melanjutkan ke jenjang berikutnya. Pilihan itu jelas akan berdampak pada masa depan kehidupan.&lt;br /&gt;Hidup kita yang sekarang juga dampak dari pilihan-pilihan sikap kita masa lalu, yang kurus, mungkin karena dulu lebih milih ga suka makan, yang gemuk, mungkin dulu memilih untuk makan banyak dan penuh nutrisi. Yang sekarang pinter dan sekolah/kuliah di tempat terbaik, mungkin karena dulu juga memilih untuk giat belajar, bberusaha keras, yang sekarang belum mendapatkan apa yang dimau, mungkin karena dulu milih enggan berusaha, enggan belajar dsb. Yang jelas, kesemuanya adalah dampa dari pilihan-pilihan sikap kita di masa lalu.&lt;br /&gt;So, masa depan adalah dampak dari pilihan-pilihan sikap kita hari ini. Bagi yang mau masa depannya baik, aka perhatikanlah pilihan-pilihan hari ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/326812581030801494-3816238397545230695?l=amuazka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amuazka.blogspot.com/feeds/3816238397545230695/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=326812581030801494&amp;postID=3816238397545230695' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/3816238397545230695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/3816238397545230695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amuazka.blogspot.com/2012/01/metamorfdiri-1.html' title='Metamorfdiri #1'/><author><name>amuazka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18153733933101718598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-mnTsPTlK2EM/Tx5iJUgUK7I/AAAAAAAAAIw/X8KG3VCV14M/s220/DSCN4608.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-326812581030801494.post-191472805989894510</id><published>2010-02-11T18:53:00.001+07:00</published><updated>2010-02-11T18:53:24.126+07:00</updated><title type='text'>Tentang Ulat Bulu</title><content type='html'>ulat bulu memang senantiasa dijauhi tapi dia adalah pemimpi, dia sangat berobsesi menjadi indah meski harus melewati fase yang sangat berat menjadi sebuah kepompng. dia tetap optimis akan menjadi indah dan disukai banyak orang, kupu-kupu.&lt;br /&gt;kuncinya adalah optimisme terhadap obsesi yang dimiliki. walaupun sekian banyak rintangan menghadang dia tetap berjuang. meskipun situasi soalah sudah ada pada titik mati, hal itu senantiasa dimaknai sebagai komah kehidupan yang pasti masih berkelanjutan&lt;br /&gt;visi dan obsesi kemudian optimis. hal itu yang akan membawamu ke arah 'indah'.. tentunya karena Allah swt&lt;br /&gt;kau mau mencoba??&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/326812581030801494-191472805989894510?l=amuazka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amuazka.blogspot.com/feeds/191472805989894510/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=326812581030801494&amp;postID=191472805989894510' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/191472805989894510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/191472805989894510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amuazka.blogspot.com/2010/02/tentang-ulat-bulu.html' title='Tentang Ulat Bulu'/><author><name>amuazka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18153733933101718598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-mnTsPTlK2EM/Tx5iJUgUK7I/AAAAAAAAAIw/X8KG3VCV14M/s220/DSCN4608.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-326812581030801494.post-592493387268195755</id><published>2010-02-10T19:48:00.003+07:00</published><updated>2010-02-10T19:48:56.018+07:00</updated><title type='text'>Inspirasi dari sahabatku</title><content type='html'>aku terbangun dan melihat sekeliling kos kamar salah seorang sahabatku, karena semalam menginap dirumahnya (red: kos). sekali lagi mendapat inspirasi tentang makna keseharian. ketika sahabatku bersama deganku pulang dan sampai kosnya, ia terlihat sangat capek. tapi masih menyempatkan ke kamar mandi untuk cuci muka dan berwudlu. setelah itu ia berganti baju(baju tidur) dan bersiap tidur.&lt;br /&gt;keesokan harinya tatkala bangun dan kemudian menjalankan sholat subuh, saya yang sudah siap menunggunya kembali takjub. dia berganti baju lagi dg pakaian yang spesial digunakan untuk shalat. pasca shalatpun dia kenakan kaos dan celana trining untuk bersih2 di luar kos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sederhana mungkin, tapi ada ibroh bagi saya: bagaimana menempatkan sesuatu tepat pada tempatnya. raight man on the raigh place. layaknya sahabatku tadi yg mengklaifikasikan baju dan fungsinya. baju tidur untuk tidur, baju lapangan untuk lapangan, baju formal untuk formal dst. kalau di asosiasikan dg manusia, semestinya seperti itu juga. menempatkan seseorang (dalam hal amanah) sesuai dg potensinya. ahli media tempatkan di media, ahli diplomasi tempatkan sbagai diplomat dan lain sebagainya. sehiingga potensi mereka akan terus berkembang karena terdukung dg amanah2 yang diberikan. bisa jadi seterusnya sampai titik kepakaran.&lt;br /&gt;nah, bagaimana dg realitas faktual yang kita jumpai? ini nampaknya masih menjadi PR untuk kita semua. semoga kita menjadi orang yang bisa menempatkan sesuatu sesuai dengan porsinya sekaligus kita menjadi orang yang ditempatkan sesuai dengan porsi dan potensi kita. wallahu a'lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/326812581030801494-592493387268195755?l=amuazka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amuazka.blogspot.com/feeds/592493387268195755/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=326812581030801494&amp;postID=592493387268195755' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/592493387268195755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/592493387268195755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amuazka.blogspot.com/2010/02/inspirasi-dari-sahabatku_10.html' title='Inspirasi dari sahabatku'/><author><name>amuazka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18153733933101718598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-mnTsPTlK2EM/Tx5iJUgUK7I/AAAAAAAAAIw/X8KG3VCV14M/s220/DSCN4608.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-326812581030801494.post-3112610068394051018</id><published>2010-02-10T19:42:00.001+07:00</published><updated>2010-02-10T19:42:47.861+07:00</updated><title type='text'>aku akan bertanya</title><content type='html'>Sahabatku, sajaknya akhir-akhir ini menjadi berbeda. kenapa?apa yang membuat nuansa begitu berbeda? apa karena corak itu telah tiada lantas merasa tak ada alasan lagi untuk tidak berbeda?&lt;br /&gt;sahabatku, dulu kau pemberani. kau punya pijakan yang kuat, seolah badaipun tak akan mampu menggoyahkanmu apalaggi sekedar kata-kata. sekarang?aku bertanya&lt;br /&gt;sahabatku, dulu kau tak pernah sembunyi dibalik tabir persepsi. senantiasa jujur mengintepretasi diri dan berekspresi. sekarang?&lt;br /&gt;kawanku, dulu kau bukan kapas yg mudah terbang kesana kemari ketika angin berhembus. dulu kau adlah karang yang kokoh, tak peduli sekencang apa ombak menerpa, kau masih berdiri. sekarang? aku bertanya&lt;br /&gt;saudaraku, lembutmu dahulu seraya dengan jujur apa adanya, kasarmu cinta, dan ejekanmu doa. sekarang? begitukah caramu mengingatkan? aku bertanya&lt;br /&gt;sahabatku, candamu dulu segar, terkesan tak beraturan tapi nyaman. hati hangat meski dalam dinginnya tekanan. sekarang? apakah bukan tekanan yang kau berikan? aku kembali bertanya&lt;br /&gt;sahabatku, kenapa? karena apa? apa karena tak lagi bersama?&lt;br /&gt;dulu kau sering menyapa dengan panggilan yang kusuka, mengejekku lengkap dengan tawa, menghias jiwaku dengan pesona yang mulia. sekarang?&lt;br /&gt;sahabatku, tak ingatkah dengan malam-malam yang kita lalui, tak ingat dengan keringat-keringat yang bercucuran membsahi perjuangan jamai, tak ingatkah dengan sebutan "ok2.. sip!" atau "bro, sist" atau "brother" atau ungkapan "kalau begitu..." atau "ke'berat'an" atau "tawa sholihah" atau yang lainnya. terlampau banyak kalau kutulis disini.&lt;br /&gt;semuanya itu adalah pelangi. dulu...&lt;br /&gt;sekarang? aku akan bertanya....&lt;br /&gt;tapi pada siapa, seolah gemuruh saja yang mengerti semuanya. atau kau pura-pura atau bahkan menyengaja? entahlah...&lt;br /&gt;andai pagar, tembok, kursi meja yang ada di 'sana' bisa bicara, kurasa merka akan sampaikan rindunya pada kita.&lt;br /&gt;sekali lagi aku bertanya....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/326812581030801494-3112610068394051018?l=amuazka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amuazka.blogspot.com/feeds/3112610068394051018/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=326812581030801494&amp;postID=3112610068394051018' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/3112610068394051018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/3112610068394051018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amuazka.blogspot.com/2010/02/aku-akan-bertanya.html' title='aku akan bertanya'/><author><name>amuazka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18153733933101718598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-mnTsPTlK2EM/Tx5iJUgUK7I/AAAAAAAAAIw/X8KG3VCV14M/s220/DSCN4608.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-326812581030801494.post-5368142151410951709</id><published>2010-02-02T05:37:00.000+07:00</published><updated>2010-02-02T05:43:17.915+07:00</updated><title type='text'>Seperti apa Kau?</title><content type='html'>Engkau adalah pagi yang selalu ingin kujumpai untuk membuka pagi, memberi kesegaran dan inspirasi.&lt;br /&gt;engkau adalah siang yang memberi spirit dan motivasi untuk terus bekerja dan berkarya.&lt;br /&gt;engkau seperti senja yang selalu saja menenangkan dan mengingatkan di setiap tapak-tapak impian&lt;br /&gt;dan engkau bagai malam tempatku mengadu dan bergantung, istirahat dan sembunyi setelah satu hari. kembali menata diri untuk esok pagi.&lt;br /&gt;itulah mengapa engkau senantiasa ingin kujumpai disetiap sesi waktu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/326812581030801494-5368142151410951709?l=amuazka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amuazka.blogspot.com/feeds/5368142151410951709/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=326812581030801494&amp;postID=5368142151410951709' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/5368142151410951709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/5368142151410951709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amuazka.blogspot.com/2010/02/seperti-apa-kau.html' title='Seperti apa Kau?'/><author><name>amuazka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18153733933101718598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-mnTsPTlK2EM/Tx5iJUgUK7I/AAAAAAAAAIw/X8KG3VCV14M/s220/DSCN4608.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-326812581030801494.post-3036091192561904851</id><published>2010-01-27T06:54:00.000+07:00</published><updated>2010-01-27T06:55:19.044+07:00</updated><title type='text'>Desa Salak 'sweet Memory'</title><content type='html'>Desa salak Bojanegara &lt;br /&gt;bukan pucang bukan wanayasa &lt;br /&gt;ini kami dari ipa 2 &lt;br /&gt;sederhana apa adanya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pabrik tahu di Karang tengah &lt;br /&gt;bukan tapen bulan sokanandi &lt;br /&gt;kita jangan mudah menyerah &lt;br /&gt;maju terus gapai prestasi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;eee...eeee.eeee ya.ya..ya &lt;br /&gt;eee...eeee.eeee ya.ya..ya &lt;br /&gt;Sequerpants itu ipa 2 &lt;br /&gt;ipa 2 Sequerpants &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasar iwak Perwanegara &lt;br /&gt;bukan klampok bukan mandiraja &lt;br /&gt;ini lagu dari ipa 2 &lt;br /&gt;tuk menghibur anda semua &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;waduk mrice desa binorong &lt;br /&gt;mlaku ngetan tekan bandingan &lt;br /&gt;ipa 2 jangan kaya bencong &lt;br /&gt;mesti tegas punya pendirian &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;eee...eeee.eeee ya.ya..ya &lt;br /&gt;eee...eeee.eeee ya.ya..ya &lt;br /&gt;Sequerpants itu ipa 2 &lt;br /&gt;ipa 2 Sequerpants&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/326812581030801494-3036091192561904851?l=amuazka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amuazka.blogspot.com/feeds/3036091192561904851/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=326812581030801494&amp;postID=3036091192561904851' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/3036091192561904851'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/3036091192561904851'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amuazka.blogspot.com/2010/01/desa-salak-sweet-memory.html' title='Desa Salak &apos;sweet Memory&apos;'/><author><name>amuazka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18153733933101718598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-mnTsPTlK2EM/Tx5iJUgUK7I/AAAAAAAAAIw/X8KG3VCV14M/s220/DSCN4608.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-326812581030801494.post-8692926920859155728</id><published>2010-01-27T06:35:00.000+07:00</published><updated>2010-01-27T06:36:29.588+07:00</updated><title type='text'>Aku Maih ingat</title><content type='html'>Aku masih ingat sapaannya 'kakak' ketika pertama kali berjumpa di pendopo tejokusumo&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/326812581030801494-8692926920859155728?l=amuazka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amuazka.blogspot.com/feeds/8692926920859155728/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=326812581030801494&amp;postID=8692926920859155728' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/8692926920859155728'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/8692926920859155728'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amuazka.blogspot.com/2010/01/aku-maih-ingat.html' title='Aku Maih ingat'/><author><name>amuazka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18153733933101718598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-mnTsPTlK2EM/Tx5iJUgUK7I/AAAAAAAAAIw/X8KG3VCV14M/s220/DSCN4608.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-326812581030801494.post-4588933515370806917</id><published>2010-01-27T06:10:00.000+07:00</published><updated>2010-01-27T06:21:07.707+07:00</updated><title type='text'>Sisi Lain Sidang Century</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_hXVfFYLEPiI/S1942syCG6I/AAAAAAAAAEk/hZWzC0VrEbk/s1600-h/pansus.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 143px; height: 107px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hXVfFYLEPiI/S1942syCG6I/AAAAAAAAAEk/hZWzC0VrEbk/s400/pansus.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5431192556761389986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;sekedar menyaksikan dan ungun menuliskan tentang hajat besar di DPR RI yang menghabiskan dana hingga 2M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Keterlambatan setiap kali memulai sidang&lt;br /&gt;Mungkin tidak aneh hal ini terjadi apabila lingkupnya masih wilayah desa atau rapat RT atau rapat osis anak-anak SMA, SMP. Tapi ini terjadi di senayan, elit-elit politik nasional, wajah rakyat indonesia, perwakilan dari setiap daerah di indonesia. Lembaga tinggi negara. Sekali lagi NEGARA. Sungguh lucu ketika persidangan menjadi terlambat karena belum terpenuhinya kuota. Suatu hari ketika melihat tayangan sidang pansus di televisi, hampir setiap kali sidang akan di pending untuk istirahat, pimpinan sidang selalu menegaskan dan mengingatkan kepada seluruh anggota sidang untuk tidak terlambat. Wah, sungguh kejadian yang sangat bisa menjadi cerminan bangsa.&lt;br /&gt;Maka jangan salahkan kalau anak-anak terlambat berangkat sekolah, jangan salahkan para pekerja telat ke kantor, jangan salahkan hampir setiap agenda yang kita ikuti mengalami kemoloran waktu, bagaimana tidak? Lha yang jadi panutan di DPR sana aja mencontohkan begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Etika dalam pansus&lt;br /&gt;Dalam sebuah kesempatan, Presiden Susilo Bambang Yodhoyono menyampaikan keprihatinannya terkait dengan etika orang-orang yang ada di pansus. Menjadi lucu karena etika ‘buruk’ di pansus justru dipicu oleh ‘binaan’ beliau sendiri di partai Demokrat (Ruhut Sitompul yang sampai mengeluarkan ‘bangsat’ dari lisannya)&lt;br /&gt;Menkominfo, Tifatul Sembiring juga menyampaikan kalau etika di pansus perlu dibenahi, kata beliau Pansus tidak memberikan kesempatan pada saksi untuk menjawab hingga tuntas, pansus terlalu mencerca.. Ini juga menjadi lucu, coba jika dibandingkan dengan pansus bulog gate. Bahkan lebih parah cara bertanya anggota pansus dibanding di century gate ini. Tapi tak seorang politikuspun yang menyindir, wah ada apa ya...&lt;br /&gt;Yang mendasar adalah anggota pansus (Ruhut Sitompul) menjadi cerminan masyarakat indonesia yang sudah mulai tak beretika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Saling melempar tanggung jawab&lt;br /&gt; Hal ini menarik, taruhlah kita melihat dan mengamati perilaku 3 orang. Sri Mulyani, Budiono, dan Jusuf kalla dalam kesaksiannya di sidang pansus. seluruhnya berpendapat masing-masing dan saling melempar tanggung jawab. lantas mau jadi apa masyarakat indonesia kalau leader-leader yang semestinya menjadi panutan justru memberi panutan yang tak senonoh, tak mau bertanggung jawab atas apa yang sudah dilakuan. sekali lagi saya sampaikan wajar saja kalau sekarang ini banyak kita saksikan dalam masyarakat, orang-orang yang lari dari tanggung jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tidak ada anggota pansus yang artis dan rata2 adalah anak muda&lt;br /&gt; anggota pansus yang terdiri dari 30 anggota dewan, tak terlihat satu nama artispun disana. menjadi pertanyaan bagi saya mengapa? apakah karena century adalah kasus yang berat sehingga kapasitas dewan-dewan artis tak sampai. atau bagaimana? haha&lt;br /&gt; yang menarik lagi adalah usia anggota pansus yang terdaftar. rata-rata usianya muda. dan ini semakin membuktikan bahwa yang bisa menyelesaikan persoalan-persoalan rumit adalah para pemuda. jadi, berilah ruang untuk pemuda agar lebih bisa menunjukkan kapasitasnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/326812581030801494-4588933515370806917?l=amuazka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amuazka.blogspot.com/feeds/4588933515370806917/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=326812581030801494&amp;postID=4588933515370806917' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/4588933515370806917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/4588933515370806917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amuazka.blogspot.com/2010/01/sisi-lain-sidang-century.html' title='Sisi Lain Sidang Century'/><author><name>amuazka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18153733933101718598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-mnTsPTlK2EM/Tx5iJUgUK7I/AAAAAAAAAIw/X8KG3VCV14M/s220/DSCN4608.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_hXVfFYLEPiI/S1942syCG6I/AAAAAAAAAEk/hZWzC0VrEbk/s72-c/pansus.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-326812581030801494.post-5336106135207784358</id><published>2010-01-24T17:22:00.001+07:00</published><updated>2010-01-24T17:23:21.198+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_hXVfFYLEPiI/S1wfkBqKeFI/AAAAAAAAAEc/V4dx2jzp_tc/s1600-h/bayi.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 115px; height: 87px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hXVfFYLEPiI/S1wfkBqKeFI/AAAAAAAAAEc/V4dx2jzp_tc/s400/bayi.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5430249954483009618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kemarin, tertawa, bercanda habiskan waktu bersama&lt;br /&gt;Bermain, bercerita segala asal kau tersenyum bahagia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajahmu yang tenang, isyarat hati putih tak bernoda&lt;br /&gt;Tidurmu yang damai, bersama buaian alam dan cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sedih, kakakmu pergi takkan lama&lt;br /&gt;Jangan bimbang, jika waktu mengizinkan kita kan bersama kembali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangku adik kecilku, jangan kau lupa akan agama&lt;br /&gt;Walau di mana, tanpaku dan tanpa kedua orang tua&lt;br /&gt;Rinduku adik kecilku, do’a kakakmu sertai slalu&lt;br /&gt;Tumbuh dewasa di dalam cinta kasih Nya selamanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Haris isa*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/326812581030801494-5336106135207784358?l=amuazka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amuazka.blogspot.com/feeds/5336106135207784358/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=326812581030801494&amp;postID=5336106135207784358' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/5336106135207784358'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/5336106135207784358'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amuazka.blogspot.com/2010/01/kemarin-tertawa-bercanda-habiskan-waktu.html' title=''/><author><name>amuazka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18153733933101718598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-mnTsPTlK2EM/Tx5iJUgUK7I/AAAAAAAAAIw/X8KG3VCV14M/s220/DSCN4608.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_hXVfFYLEPiI/S1wfkBqKeFI/AAAAAAAAAEc/V4dx2jzp_tc/s72-c/bayi.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-326812581030801494.post-5850340705539209258</id><published>2010-01-20T06:34:00.000+07:00</published><updated>2010-01-20T06:35:34.915+07:00</updated><title type='text'>Cerita</title><content type='html'>Sahabat adalah keperluan jiwa, yang mesti dipenuhi.&lt;br /&gt;Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau tuai dengan penuh rasa terima kasih.&lt;br /&gt;Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.&lt;br /&gt;Kerana kau menghampirinya saat hati lupa dan mencarinya saat jiwa mahu kedamaian.&lt;br /&gt;(kahlil Gibran)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemarin menjadi hari yang langka setelah berbulan tidak bertatap muka, mereka masih sama. karakter khas masih muncul disana. gaya yang dulu kita bangun bersama juga masih tersisa, meski tidak utuh. tak tersadar ternyata sangat merindukanya, hingga ekspresi-ekspresi aneh pun muncul. ya mungkin itu biasa. ingin menceritakan 3 orang sahabat yang sejak dulu membersamai langkah-langkahku sejak kuyakin telah berada di jalan yang penuh dengan luka dan bahagia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#dia adalah seorang yang sangat 'sombong' begitulah hal pertama yang terkesan pertama kali menjumpainya, angkuh dan seolah menganggap dirinya pada level atas. suatu hari, aku berkunjung kerumahnya, semakin dekat komunikasi yang dijalin, semakin banyak cerita-crita yang kudengar, dan semakin mengerti mengpa ia 'sombong' dalam versiku.&lt;br /&gt;ternyata ia tidak tinggal di rumah orang tua kandungnya, ia tinggal di rumah bu de nya. orang tuanya bercerai ketika ia SD dan karena situasi tertentu akhirnya ia harus diasuh oleh bu de nya. praktis hanya satu tahun sekali ia bisa melihat ibu kandungnya sejak ia kelas 4 SD. sungguh ia lebih dahsyat dari yang kukira, ke'sombong'annya adalh cermin dari ketegarannya menghadapi hidup yang luar biasa menerpa dan mendidiknya, hingga akhirnya ia menjadi manusia yang banyak menuai makna dari hidup dan perjalanannya. siswa teladan banjarnegara, juara 1 olimpiade sains fisika, dan mendapat beasiswa seusia kuliah di Ilmu Komputer UGM (jurusan yang cukup prestisius di UGM).&lt;br /&gt;dan sekarang ia menjadi panutan dikampusnya, menjadi mas'ul KMFM UGM. kemarin aku berjumpa dan berhujan bersama... ia terlampau berharga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#anak yang berbeda dari 2 saudaranya, ke 2 dari 3 bersaudara. orang paling sholeh diantara kami (hehe). ketika kelas 2 SMA bapaknya di panggil oleh Allah swt. hal yg paling berkesan dan mengagumkan pada waktu itu adalah ketika kami takziah kerumahnnya dan ditemuinya, seolah tak terjadi apa-apa, ia begitu tegar, begitu santai, bahkan kami tenggelam dalam gelak canda. waktu itu aku membayangkan andai aku yg ada di posisinya, ah aku tak yakin bisa sepetinya saat itu. kesan itu mendalam dan membuat aku semakin tertarik melihat dan berkenalan lebih jauh dengannya dan keluarganya. hari demi hari melewati bulan dan tahun, kami sudah seperti saudara. ibunya sudah tak mengganggapku orang lain lagi. nikmat itu sungguh....&lt;br /&gt;Allah mencoba kesabarannya, ketika musim masuk kuliah hampir seluruhnya sudah mendapatkan tempat di PT masing-masing, kecuali dia. sungguh mengenaskan. ibunya berkali-kali memberi tekanan dan menyalahkan keadaan. UNES,UNY, UGM, STAN, dll semuanya belum diterima, bisa dibayangkan seperti apa rasanya.. sampai akhirnya Allah memberikan yang terbaik untuknya di Amikom Jogja, dan tak lama berada disana ia mendapatkan segudang prestasi yang luar biasa dan membahagiakan ibunya.&lt;br /&gt;sekarang ia menjadi orang sangat di hargai pendapat dan kebijakannya, ia menjadi mas'ul UKI Justice Amikom Jogjakarta..... kemrin aku berjumpa, dan masih dengan sapaan kahsnya " Assaalamu'alaikum Ad!" sungguh ia sangat berharga.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#anak yang nyelneh tapi begitu setia, hehe.&lt;br /&gt;terkesan sok-sok an, sok kaya, sok gaul, sok dan sok yang lainnya. terkesannya begitu, tapi sebenarnya dia orang yang sangat care, dan menjadi tempat yang menenangkan ketika kita memiliki masalah.yang paling berkesan adalah kritik-kritik tajamnya yang dibalut dengan bahasa canda dan selalu dihiasi tawa. tajam, dalam, menghuja, tak jarang sakit hati dibuatnya. tapi yang disampaikannya objektiv dan membuatku berkaca. sederhana tapi ia sungguh mempesona.. sampai hari ini, kosnya adalah tempat yang paling nyaman ketika sekian banyak masalah sedang berkerumun di sekitarku..&lt;br /&gt;kemarin aku bertemu dengannya, dan gaya yang sama, ia berkata "aku sudah keluar dari jamaah, haha" selalu saja seperti tiu...bahasa klise yang membuatnya tak ingin pernah dianggap bagian penting dari komponen jamaah, padahal sebaliknya (bagiku). sederhana tapi sungguh mempesona....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;indahnya selalu saja ada tawa dan makna setiap berjumpa, ada hal yang membuatku harus tertegun dan berkaca meski dalam canda. selalu saja ada 'joke' baru setiap perjumpaannya. sungguh inspirasi dunia yang entah bisa kudapatkan lagi dimana..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itulah mereka dan aku menjadi kami, yang sampai detik ini terikat dalam keluarga yang mungkin lagunya sudah terdengar dimana-mana (haha, sombong dikit) dan masih berazam akan melanjutkan hingga ke surga, amiin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kami = ihya 'now n here after'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang senantiasa kami sampaikan ketika pentas "bagi yang ingin mendengarkan lagu dari kami, segera saja dapatkan di toko-toko terdekat. insyaAllah lagu dan kasetnya dijual terpisah" dan selalu mengundang tawa....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersambung...... &lt;input name="charset_test" value="€,´,€,´,水,Д,Є" type="hidden"&gt;&lt;input name="fb_dtsg" value="bL0B3" type="hidden"&gt;&lt;input id="feedback_params" name="feedback_params" value="{&amp;quot;actor&amp;quot;:&amp;quot;1310418011&amp;quot;,&amp;quot;target_fbid&amp;quot;:&amp;quot;305646260128&amp;quot;,&amp;quot;target_profile_id&amp;quot;:&amp;quot;1310418011&amp;quot;,&amp;quot;type_id&amp;quot;:&amp;quot;14&amp;quot;,&amp;quot;source&amp;quot;:&amp;quot;2&amp;quot;,&amp;quot;assoc_obj_id&amp;quot;:&amp;quot;&amp;quot;,&amp;quot;source_app_id&amp;quot;:&amp;quot;&amp;quot;,&amp;quot;extra_story_params&amp;quot;:[],&amp;quot;check_hash&amp;quot;:&amp;quot;2a4b65fb1c21d79b&amp;quot;}" autocomplete="off" type="hidden"&gt;&lt;input id="post_form_id" name="post_form_id" value="257d7bb1337d66321ff0606c676badd6" autocomplete="off" type="hidden"&gt;&lt;span class="UIActionLinks UIActionLinks_bottom"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/326812581030801494-5850340705539209258?l=amuazka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amuazka.blogspot.com/feeds/5850340705539209258/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=326812581030801494&amp;postID=5850340705539209258' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/5850340705539209258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/5850340705539209258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amuazka.blogspot.com/2010/01/cerita.html' title='Cerita'/><author><name>amuazka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18153733933101718598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-mnTsPTlK2EM/Tx5iJUgUK7I/AAAAAAAAAIw/X8KG3VCV14M/s220/DSCN4608.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-326812581030801494.post-3636573071538712234</id><published>2010-01-19T06:23:00.001+07:00</published><updated>2010-01-19T06:42:09.592+07:00</updated><title type='text'>keponakanku...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_hXVfFYLEPiI/S1Ttmy4DEOI/AAAAAAAAAEU/te5ihOOrUGw/s1600-h/17460_1310018103217_1013540329_30947702_7220587_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hXVfFYLEPiI/S1Ttmy4DEOI/AAAAAAAAAEU/te5ihOOrUGw/s400/17460_1310018103217_1013540329_30947702_7220587_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5428224701635956962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Adalah Muhammad Hasan Asy Syauqi, anak pertama dari 3 bersaudara. anak dari masku yang 'mbarep'. dia sunggah amat inspiratif buatku, tingkahnya, perkataannya, poertanyaannya dll.&lt;br /&gt;suatu hari ketika dia mudik lebaran ke desa kendaga kecamatan banjarmangu kabupaten banjarnegara dari kota kelahirannya cimahi bandung, ada hal yang sangat menarik yang lahir mungkin spontan dari dirinya. pada saat itu ia tiba di rumah sekitar pukul 5 pagi bersama kedua orang tuannya. ia masih berusia 6-7 tahun kira-kira.&lt;br /&gt;tiba dirumah setelah 8 jam perjalanan menggunakan bis budiman pasti sangat melelahkan, ia bertanya pada mbahnya&lt;br /&gt;"Mbah, hasan mau ke air (kamar mandi), dimana?' dengan nada yang amat sederhana...&lt;br /&gt;lalu mbahnya(bapakku) menjawab&lt;br /&gt;"di belakang sana (sambil menunjukarah kamar madi dirumahku), hasan mau apa?"&lt;br /&gt;sekali lagi dengan ekspresi yang amat sederhana hasan menjawab&lt;br /&gt;"hasan mau wudlu, soalnya belum shalat shubuh"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sontak aku yang mendengarkan dialog itu begitu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;syok&lt;/span&gt; dan terkaget-kaget plus terkagum-kagum. bayangkan anak seusia itu, setelah penat dan capek perjalanan panjang yang melelahkan dan di pagi hari buta dimana sebagian dari kita barangkali masih lelap. sementara anak usia 6-7 tahun itu..... sungguh telah memberi inspirasi yang luar biasa. bagaimana dengan kita??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidak hanya itu teman, malam harinya ketika waktu tidur menjelang anak ini kembali unik. kebanyakan anak-anak yang dicari pasti ibunya, tapi ini yang dicari adalah ayahnya (abi panggilannya) tapi bukan itu yang membuat menjadi unik. lantas apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian abinya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngeloni&lt;/span&gt; si hasan di kamar dekat ruang tamu di rumahku, bukan lagu nina bobo atau yang lainnya, atau gending jawa seperti yang sering diputar dirumahku yang terdengar tapi lantunan ayat suci alquran yang terdengar (surat An Naba). setelah kira-kira 5 ayat di lantunkan oleh si abi, trus hasan yang tiba-tiba melanjutkan dengan santainya. ayat demi ayat di dendangkan terus teru dan terus, pendengaranku tak lari dari fenomena dahsayat itu dan akhirnya berujung pada ayat terakhir dari surat An Naba... sekali lagi aku terunduk malu, mengucap subhanallah lalu istighfar berkaca diri.. anak kecil itu benar-benar inspirasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pertanyannku, bagaimana dengan kita??&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/326812581030801494-3636573071538712234?l=amuazka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amuazka.blogspot.com/feeds/3636573071538712234/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=326812581030801494&amp;postID=3636573071538712234' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/3636573071538712234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/3636573071538712234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amuazka.blogspot.com/2010/01/keponakanku.html' title='keponakanku...'/><author><name>amuazka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18153733933101718598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-mnTsPTlK2EM/Tx5iJUgUK7I/AAAAAAAAAIw/X8KG3VCV14M/s220/DSCN4608.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_hXVfFYLEPiI/S1Ttmy4DEOI/AAAAAAAAAEU/te5ihOOrUGw/s72-c/17460_1310018103217_1013540329_30947702_7220587_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-326812581030801494.post-2462574435180752792</id><published>2010-01-17T09:35:00.000+07:00</published><updated>2010-01-17T09:38:28.518+07:00</updated><title type='text'>Jika Allah Hendaki</title><content type='html'>duhai kawan masih kah kau disitu&lt;br /&gt;menemaniku disetiap mimpiku&lt;br /&gt;duhai kawan masihkah kau disini&lt;br /&gt;didalam hatiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;meski sebentar lagi&lt;br /&gt; kita akan berpisah&lt;br /&gt;jangan engkau bersedih&lt;br /&gt;karena semua, ada di tangan Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;walau langit malam telah meninggalkan&lt;br /&gt;walaupun rembula berhenti bersinar&lt;br /&gt;jika Allah hendaki kita bersama&lt;br /&gt;pasti kita kan bersama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah sekian lama kita berkelana&lt;br /&gt;mungkin kini saatnya kita berpisah&lt;br /&gt;satu pesan dariku tetaplah ada&lt;br /&gt;dalam naungan Tuhan kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# sebuah lagu untuk sahabat-sahabat tercinta&lt;br /&gt;# Ku tulis note ini paska membaca note seorang adik yg benar2 membuatku menjadi rindu dg yg telah berlalu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/326812581030801494-2462574435180752792?l=amuazka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amuazka.blogspot.com/feeds/2462574435180752792/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=326812581030801494&amp;postID=2462574435180752792' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/2462574435180752792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/2462574435180752792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amuazka.blogspot.com/2010/01/jika-allah-hendaki.html' title='Jika Allah Hendaki'/><author><name>amuazka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18153733933101718598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-mnTsPTlK2EM/Tx5iJUgUK7I/AAAAAAAAAIw/X8KG3VCV14M/s220/DSCN4608.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-326812581030801494.post-6673138131142522448</id><published>2010-01-11T05:56:00.000+07:00</published><updated>2010-01-11T05:57:40.185+07:00</updated><title type='text'>Belajar Hidup pada Seorang Sopir dan Kuli Panggul</title><content type='html'>Wanita itu sungguh beruntung. Kesalahannya dalam melihat orang tidak berujung maut. Tak lebih karena orang yang dia hadapi adalah laki-laki dengan kerendahan hati yang luar biasa. Kisah itu berujung di sebuah pasar di Yogyakarta. Kranggan. Tak banyak yang mengetahui angka tahun berapa kejadian itu berlangsung. Tapi konon terjadi pada tahun-tahun setelah Indonesia merdeka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua berawal ketika wanita tua itu menunggu kendaraan di tepi jalan. Tiba-tiba datang sebuah jeep dari arah utara. Seperti kebiasaannya dihentikanlah mobil itu. Ia memang biasa nunut mobil apa saja ke pasar Kranggan. Jeep Willys itu berhenti. Dan tanpa melihat seksama pada sang sopir, ia perintahkan sang sopir untuk mengangkat barang dagangannya. Sopir itu menurut saja perintah wanita itu. Ia hanya tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiba di pasar Kranggan, supir itu menurunkan barang dagangan. Tapi ia menolak ketika dibayar. Wanita tua itu marah. Ia mengira si supir meminta uang lebih. Di tengah kemarahannya, si supir lalu pergi begitu saja. Belum selesai marah, seorang polisi menghampiri dan memberitahu siapa sosok supir yang menolak uang tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Beliau tadi Sultan!” kata polisi itu. Sang wanita mendadak berubah pucat. Lalu sayup-sayup mulutnya berucap tak percaya, “Sultan?” Selanjutnya, gelap. Ia pingsan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah di atas hanya salah satu kisah yang melegenda tentang Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Raja Yogyakarta yang termasyhur itu. Ia memang dikenal dekat dengan masyarakat. Itulah sebabnya, ia jauh dikenang melebihi batas usia fisiknya. Bahkan melalui kisah yang mempesona itu kita dapat belajar tentang kemuliaan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan sehari-hari betapa banyak orang keliru menilai kita. Mereka salah dalam melihat diri kita, pikiran kita, keinginan-keinginan kita, atau juga tindakan kita. Kesalahan penilaian itu sering pula diikuti dengan kesalahan berikutnya, yaitu kesalahan dalam memosisikan kita. Sayangnya, hampir sebagian kita tidak siap dengan itu. Kebanyakan orang menjadi terbebani dengan penilaian. Di sinilah orang lalu bermain-main dengan citra. Seseorang akan marah, kesal, dan jengkel manakala ia menganggap bahwa orang lain telah merendahkan citranya. Padahal, yang terjadi hanyalah secuil ketidaktahuan. Persis kesalahan yang dilakukan wanita pedagang itu kepada Sang Sultan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Sang Sultan kita belajar untuk memaklumi. Kesalahan dalam menilai adalah hal biasa. Ia hanyalah efek dari ketidaktahuan. Tapi kita dapat belajar dari sisi lain: hidup kita tidak selayaknya terbebani dengan citra dan posisi. Kemuliaan seseorang sesungguhnya terletak dalam kemuliaan hatinya. Bersikap dan berpikiran sederhana tentang diri kita akan meringankan banyak hal. Saya masih ingat ketika seorang profesor marah-marah dengan panitia penyambutan mahasiswa baru karena beliau dijadikan pembicara kedua, dan terpaksa harus mendengarkan pembicara pertama—yang kebetulan belum profesor. Ada lagi yang tersinggung karena sebagai pembicara, kedatangannya tidak disambut, bahkan dianggap peserta biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sang Sultan kita kembali belajar bahwa orang-orang besar tidak membiarkan dirinya dinilai hanya karena citra dan posisi. Mereka tidak menjadi khawatir dengan penilaian selama ia tetap berpijak pada nurani. Maka sultan tidak terhina karena dianggap supir, bahkan ketika beliau disuruh mengangkat barang dagangan sekalipun. Kemuliaan seseorang dapat juga ditentukan dari seberapa besar mereka mampu memahami dan menerima secara utuh orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sahabat Rasulullah kita menemukan kisah serupa. Ketika Salman al-Farisi menjadi gubernur Madain, ia pernah dianggap kuli panggul oleh seorang kaya terkemuka di kota itu. “Bawakan barang ini!” kata orang itu. Rupanya dia tidak mengenal Salman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang-barang itu diangkat Salman di atas bahunya. Setiap bertemu penduduk, mereka menawarkan diri untuk membawakan barang itu. Tetapi Salman menolaknya, hingga ia sampai di rumah si kaya. Selang beberapa saat orang kaya itu baru mengetahui bahwa lelaki yang disuruhnya adalah gubernur. Ia meminta maaf dan berkata, “Saya berjanji tidak akan menghina orang sesudah kejadian ini untuk selamanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa-rasanya saya merindukan mereka hadir di masa ini. Mengajari kita untuk dapat belajar bersikap atas anggapan dan penilaian orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Tulisan seorang dosen inspiratif UNY: Dwi Budiyanto)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/326812581030801494-6673138131142522448?l=amuazka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amuazka.blogspot.com/feeds/6673138131142522448/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=326812581030801494&amp;postID=6673138131142522448' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/6673138131142522448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/6673138131142522448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amuazka.blogspot.com/2010/01/belajar-hidup-pada-seorang-sopir-dan.html' title='Belajar Hidup pada Seorang Sopir dan Kuli Panggul'/><author><name>amuazka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18153733933101718598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-mnTsPTlK2EM/Tx5iJUgUK7I/AAAAAAAAAIw/X8KG3VCV14M/s220/DSCN4608.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-326812581030801494.post-7921005440369836747</id><published>2010-01-11T05:54:00.000+07:00</published><updated>2010-01-11T05:55:08.615+07:00</updated><title type='text'>11 kegiatan DepBudpar masa 100 hari KIB jilid 2</title><content type='html'>&lt;input id="post_form_id" name="post_form_id" value="52ac7fa9cbada1a05caa7cb6cde2a0d2" autocomplete="off" type="hidden"&gt; &lt;div class="note_content text_align_ltr direction_ltr clearfix"&gt; &lt;div&gt;Ir. Jero Wacik, SE selaku Mentri Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia mengatakan setidaknya ada 11 kegiatan yang di fokuskan pada masa 100 hari KIB jilid 2 ini. yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. memastikan tersusunnya rencana strategis Depbudpar 2009-2014 dengan lembaga terkait seperti Bappenas dan Kantor Menko Perekonomian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. menyiapkan kajian pembentukan lembaga pengelolaan terpadu bagi kawasan warisan budaya dunia dan cagar budaya nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. menginventarisasi budaya nasional dan daerah secara menyeluruh yang melibatkan Depdiknas, Depkum dan HAM, Depdagri dan Depdag.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. menerbitkan buku sejarah. melibatkan 75 orang ahli sejarah kebudayaan Indonesia dalam Arus Sejarah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. pengembangan kawasan sejarah Panglima Besar Jendral Soedirman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Penyelenggaraan Festival Film Indonesia (FFI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Festival Musik Sasando pada akhir Desember juga akan diadakan di Pulau Rote, NTT untuk merajut garis budaya dari Sabang hingga Merauke dari Talaud hingga Pulau Rote dengan aneka festival budaya daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. pengembangan desa wisata melalui PNPM Mandiri bidang pariwisata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. sertifikasi 4000 tenaga kerja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. pencapaian target kunjungan wisman sebanyak 6,4 juta dan wisatawan nusantara sebesar 227 juta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. promosi pariwisata yang dalam kurun waktu November 2009 hingga Januari 2010 &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/326812581030801494-7921005440369836747?l=amuazka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amuazka.blogspot.com/feeds/7921005440369836747/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=326812581030801494&amp;postID=7921005440369836747' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/7921005440369836747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/7921005440369836747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amuazka.blogspot.com/2010/01/11-kegiatan-depbudpar-masa-100-hari-kib.html' title='11 kegiatan DepBudpar masa 100 hari KIB jilid 2'/><author><name>amuazka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18153733933101718598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-mnTsPTlK2EM/Tx5iJUgUK7I/AAAAAAAAAIw/X8KG3VCV14M/s220/DSCN4608.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-326812581030801494.post-7009210640348468272</id><published>2009-06-17T13:20:00.000+07:00</published><updated>2009-06-17T13:25:42.223+07:00</updated><title type='text'>waktu ngisi di padang..</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_hXVfFYLEPiI/SjiMXlgn1GI/AAAAAAAAAEE/ZY6sju36x_g/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 137px; height: 103px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hXVfFYLEPiI/SjiMXlgn1GI/AAAAAAAAAEE/ZY6sju36x_g/s400/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348178894336283746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;BUDAYA, AKAR PEMBENTUK KARAKTER KEBANGSAAN&lt;br /&gt;Disampaikan dalam Seminar Nasional “kembali mencintai Kebudayaan Indonesia” musyawarah Wilayah 1 Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Budaya dan Sastra se- Indonesia (ILMIBSI)&lt;br /&gt;Anom Adi Nugraha (SekJend ILMIBSI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit Tentang Indonesia&lt;br /&gt;Seperti yang disampaikan Presiden ketika Pidato kenegaraan15 Agustus 2009, kita bias mengambil beberapa contoh indicator komplennya permasalahan bangsa, misalnya jumlah penduduk miskin masih ada 15,4 persen dan jumlah pengangguran 8,5 persen, ditambah lagi dengan sejumlah permasalahan lain, yang hampir kita temukan di semua sektor. Infrastruktur perekonomian yang masih lemah, pelayanan publik yang belum baik, bahkan defisit anggaran dalam tahun 2009 mencapai Rp 99,6 triliun atau 1,9 persen PDB. Ini baru bagian kecil (internal) dari kompleksitas permasalahan yang kita hadapi.&lt;br /&gt;Dalam skala lebih besar, krisis ekonomi global berakibat membengkaknya permasalahan nasional. Contoh, ketika daya beli masyarakat di negara yang menjadi pasar ekspor andalan kita menurun akibat krisis global, sejumlah pabrik industri makanan dalam negeri ditutup, antara lain pabrik pengolah coklat di Jakarta, serta industri tekstil di Bandung. Konsekuensinya PHK menjadi sesuatu yang potensial, timbul keresahan sosial (buruh), yang berakibat pada stabilitas keamanan tidak kondusif. Jangankan berharap investor datang menanamkan modalnya di Indonesia, mereka yang sudah menjadi investor di Indonesia, ditambah sejumlah pengusaha lokal pun hengkang ke luar negeri (capital flight) mencari tempat yang aman. &lt;br /&gt;Permasalahan berikutnya terkait dengan berbagai isu global, terutama isu lingkungan, isu HAM dan Demokratisasi, yang tidak hanya menyulitkan posisi Indonesia di mata dunia, juga berpotensi pada derita rakyat. Eksploitasi hutan secara besar-besaran di masa lalu, berakibat pada penggundulan hutan, produk perdagangan sebagian komoditas ekspor dihadapkan pada eco labeling. Sementara di sisi lain, hal ini juga berdampak pada semakin tidak ramahnya lingkungan terhadap kehidupan manusia. Aneka bencana alam seperti banjir, tanah longsor, gempa bumi, gelombang tinggi menjadi ancaman.&lt;br /&gt;Orang-orang yang menjadi representasi rakyat di senayan sana yang diharapkan mampu memberikan solusi dari sekian banyak permasalahan bangsa ternyata justru lebih banyak berfikir untuk kepentingan Pribadi dan bukan untuk bangsa dan negaranya. Sekian banyak kasus Korupsi masih menjadi headline di berbagai media masa, baik di daerah maupun pusat. Mungkin sebentar lagi sel-sel tidak muat untuk menampung pejabat yang korupsi, itupun yang terlacak.&lt;br /&gt;Mungkin itu sedikit gambaran tentang Indonesia, ada persoalan mendasar terkait Indonesia yang mestinya mendapatkan prioritas untuk segera di selesaikan yaitu tentang karakter kebangsaan yang mungkin hamper punah dimiliki oleh warga Negara Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya, Akar Karakter&lt;br /&gt;Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism. Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial, norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.&lt;br /&gt;Beberapa pendapat tentang Budaya&lt;br /&gt;1.    Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.&lt;br /&gt;2.    Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.&lt;br /&gt;Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku (karakter) dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain.&lt;br /&gt;Faktanya, Budaya yang turunannya adalah karakter, saat ini tidak ditempatkan sebagai sarana pembentukan karakter, melainkan sebagai komoditas pariwisata yang orientasinya hanya sebatas pada Performansi saja. Buktinya kasat matanya, Kebudayaan yang dulu dimasukkan dalam Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, sekarang ini menjadi Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. Padahal ada nilai agung yang ada dibalik semua itu misal dalam tembang macapat&lt;br /&gt;Ngelmu iku Kelakone kanthi laku&lt;br /&gt;Lekase lawan kas&lt;br /&gt;Tegese kas nyantosani&lt;br /&gt;Setya budya pangekese dur angkara&lt;br /&gt;Ketika syair ini ditembangkan akn terdengar sangat indah, dan di balik keindahan itu ada makna yang sangat luar biasa. Bagi orang-orang yang berilmu maka dampaknya adalah musnahnya segala angkara murka, mungkin itu sederhananya isi dari macapat diatas.&lt;br /&gt;Atau contoh kebudayaan lain yang berhamburan di negeri multicultture ini, misal peribahasa minang ternyata luar biasa mengandung makna yang sangat mendalam, dari setiap gerak tubuh tari-tarian di Indonesia ada “pesan” yang semestinya tersampaikan. Tapi ternyata hal yang sangat agung itu hanya dijadikan sebagai tontonan saja.&lt;br /&gt;Sintesa dari paparan diatas adalah dengan kita kembali mencintai kebudayaan nasional dan menginternalisasi nilai-nilai yang ada didalamnya maka dengan sendirinya kita sedang belajar menemukan karakter bangsa kita sendiri, dan tatkala semua manusia yang ada dalam bangsa ini memiliki benang merah karakter, itu artinya bangsa ini telah menemukan karakternya. Dan ini bias menjadi alternative solusi untuk mengatasi sekian banyak persoalan yang ada di Indonesia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/326812581030801494-7009210640348468272?l=amuazka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amuazka.blogspot.com/feeds/7009210640348468272/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=326812581030801494&amp;postID=7009210640348468272' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/7009210640348468272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/7009210640348468272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amuazka.blogspot.com/2009/06/waktu-ngisi-di-padang.html' title='waktu ngisi di padang..'/><author><name>amuazka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18153733933101718598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-mnTsPTlK2EM/Tx5iJUgUK7I/AAAAAAAAAIw/X8KG3VCV14M/s220/DSCN4608.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_hXVfFYLEPiI/SjiMXlgn1GI/AAAAAAAAAEE/ZY6sju36x_g/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-326812581030801494.post-8567066896614264880</id><published>2009-06-16T09:20:00.001+07:00</published><updated>2009-06-16T09:28:03.393+07:00</updated><title type='text'>Kata Pemerintah tentang budaya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_hXVfFYLEPiI/SjcDJm_eLNI/AAAAAAAAAD8/EDxAjSA258o/s1600-h/22.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 81px; height: 84px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hXVfFYLEPiI/SjcDJm_eLNI/AAAAAAAAAD8/EDxAjSA258o/s400/22.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5347746546146225362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM MENGELOLA KEBUDAYAAN:&lt;br /&gt;”KONTINUITAS MENGELOLA KEBUDAYAAN”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAKNA KEBUDAYAAN DALAM KEHIDUPAN MANUSIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebudayaan yang merupakan karunia Tuhan, yang mana dengan kebudayaan itu manusia diberi peluang untuk mengarahkan tingkah lakunya, dan untuk memberikan makna pada kehidupannya. Hal tersebut sesuai dengan arti kebudayaan, yang pada intinya adalah suatu system nilai beserta sekelompok konsep-konsep dasar didalamnya, merupakan suatu perangkat gagasan terintegrasi, yang dijadikan acuan oleh masyarakat yang bersangkutan untuk mengarahkan perilakunya. Oleh karena itu kebudayaan adalah penanda dan sekaligus pembatas, dari suatu masyarakat, dari suatu bangsa.&lt;br /&gt;Satuan yang paling terlihat sebagai pendukung sebuah kebudayaan adalah yang disebut kelompok sukubangsa/etnik. Namun karena manusia di dunia ini bergerak melintasi ruang, serta berinteraksi secara fisik dan mental, baik secara cepat maupun rendah. Hal ini menyebabkan garis-garis pembatas antar budaya senantiasa dapat bergeser. Bahkan, terjadi pula sejumlah migrasi dan kolonisasi besar-besaran ke tempat-tempat ”baru” yang sebenarnya sudah berpenghuni. Satuan masyarakat baru yang terdiri atas campuran sebagai akibat proses migrasi atau kolonisasi tersebut kemudian menjadi masyarakat yang multikultural. Namun perlu disadari bahwa masyarakat multikultural tidak hanya dapat terjadi sebagai akibat proses migrasi atau kolonialisasi semacam itu. Ada kondisi-kondisi lain, proses-proses lain dalam pembentukan negara yang dapat juga menghasilkan masyarakat multikultural.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INDONESIA SEBAGAI NEGARA MULTIKULTUR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan proses pembentukan sebuah masyarakat, maka Indonesia merupakan sebuah bangsa yang masyarakatnya adalah multikultur. Keanekaragaman sukubangsa di Indonesia yang jumlahnya mencapai kurang lebih 650 sukubangsa menyebabkan Indonesia mempunyai kekayaan budaya yang luar biasa. Oleh karena itu perlu suatu kebijakan yang strategis untuk mengelola kekayaan budaya tersebut. Hal ini mengingat keanekaragaman khasanah budaya tersebut mempunyai fungsi dalam perwujudan integrasi bangsa Indonesia dalam suatu suasana kebersamaan. Sukubangsa yang satu dengan sukubangsa yang lain saling menghargai, bahkan saling peduli pada budaya sukubangsa lainnya dimana satu sama lain saling menjaga kelestarian budaya bangsanya.&lt;br /&gt;Dalam suatu kesatuan kemasyarakatan yang multikultur, jika masing-masing unsur budaya didalamnya berinteraksi maka yang muncul adalah pluralisme. Satuan-satuan budaya di dalam kesatuan kemasyarakatan itu masing-masing dapat menawarkan nilai-nilai budaya, perangkat-perangkat norma dan konsep untuk dapat saling dipelajari. Sehingga masing-masing anggota masyarakat yang besar tersebut dapat memilih dan mengambil apa yang dianggapnya baik. Bahkan masing-masing dapat mengembangkannya untuk dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhannya.&lt;br /&gt;Saat ini di saat kebijakan otonomi daerah diluncurkan dan diterapkan di Indonesia, seharusnya semangat untuk saling memelihara budaya dari setiap sukubangsa semakin kuat untuk menjaga kelestarian dari setiap sukubangsa yang ada di wilayah Republik Indonesia. Kebijakan otonomi daerah ini sebenarnya sesuai dengan pemahaman multikultur yang mengedepankan kesetaraan kedudukan setiap sukubangsa yang ada di Indonesia. Dengan demikian tidak ada lagi ”golongan bangsa yang mayoritas dan minoritas” juga ”golongan pribumi (indigeneous people) dan pendatang (yang di beberapa Negara lain adalah juga golongan yang berkuasa)”. Dalam Negara Indonesia, jika ada pendatang yang kemudian bermukim, beranak keturunan dan menjadi warga Negara Indonesia, maka mereka tidak menjadi golongan yang secara budaya terpisah dan tersendiri, melainkan mereka berasimilasi dengan suku bangsa yang merupakan penghuni asli di tempat mereka tinggal. Situasi multikultur Indonesia yang berbeda dengan kemultibudayaan Negara-negara lain seperti Amerika Serikat, Australia dll. (dimana bangsa pendatang menjadi penguasa sedangkan penghuni aslinya tersingkirkan). Sebaliknya di Cina dan Vietnam dan beberapa negara lain ”bangsa pokok” pribumi merupakan mayoritas yang berkuasa. Seringkali kondisi semacam ini kurang disadari, dan ketidaksadaran ini masih banyak menggunakan terminology dan pemaknaan kata seperti ”minorities”, ”primordialism”, dan ”indigeneous people” dalam kesesuaiannya dengan konteks Negara lain, dan bukan dalam konteks Negara sendiri.&lt;br /&gt;Pengertian diatas perlu disampaikan, untuk menghindari kesenjangan pemahaman yang akhirnya dapat berdampak pada penyikapan yang salah. Hal ini dimungkinkan karena tidak kritisnya seseorang dalam mengambil alih jargon dari negara-negara kuat yang mendominasi wacana politik dunia dewasa ini. Apabila tidak segera dikoreksi akan dapat menumbuhkan bibit perpecahan yang merugikan persatuan kesatuan bangsa dan Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM MENGELOLA KEBUDAYAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di atas telah dijelaskan tentang apa yang dimaksud dengan kebudayaan dan maknanya dalam kehidupan dan kondisi Indonesia yang multikultur. Sehubungan dengan hal tersebut maka akan disampaikan kebijakan yang telah, sedang dan akan dibuat pemerintah dalam rangka mengembangkan kebudayaan Indonesia.&lt;br /&gt;Pada dasarnya tugas utama pemerintah, dalam hal ini Departemen Kebudayaan dan Pariwisata adalah melakukan pelestarian yang didalamnya termasuk melakukan usaha penggalian, pelestarian dan pengembangan khasanah budaya suku-suku bangsa dengan dua sasaran sekaligus, yaitu pertama, demi kontinuitas identitas suku bangsa sebagai sesuatu yang berakar dalam, melalui perkembangan berabad-abad; kedua adalah untuk diperkenalkan antar suku bangsa secara lebih intensif. Usaha yang disebut kedua itu perlu memanfaatkan segala kiat dan hasil perkembangan mutakhir dalam pengemasan informasi dengan menggunakan teknologi moderen. Dalam proses ini, sebagaimana yang telah terjadi dimasa lalu, diharapkan akan terus ada aspek-aspek atau perbendaharaan khusus dari suku-suku bangsa itu yang menjadi begitu tersebar luas di antara seluruh warga Negara Republik Indonesia sehingga telah dapat dirasakan sebagai miliknya juga. Inilah hendaknya yang kita tafsirkan sebagai ”puncak-puncak kebudayaan lama dan asli di daerah-daerah yang terhitung sebagai kebudayaan bangsa” seperti yang dirumuskan dalam pasal 32 penjelasan UUD 1945. Ke dalam pengertian ”puncak” yang terbawa masuk ke khasanah ”nasional” itu, disamping hal-hal yang hidup dewasa ini (batik, songket, angklung, tari Bali, tari Aceh, ukiran Asmat dsb) juga khasanah warisan budaya masa silam yang telah menjadi ”benda purbakala” (candi Borobudur, Prambanan, dsb), yang secara keseluruhan dapat diterima sebagai warisan budaya dari seluruh bangsa Indonesia meskipun berada di salah satu suku bangsa di Indonesia.&lt;br /&gt;Kebijakan pemerintah yang pernah dilakukan pada waktu yang lalu antara lain adalah Dasawarsa Kebudayaan Nasional untuk Pengembangan Kebudayaan pada tahun 1998-2007. Pada masa itu yang dilontarkan adalah program  penelitian dan pertemuan-pertemuan antarbangsa mengenai tema-tema yang juga menyangkut jaringan-jaringan hubungan antar bangsa dari masa lalu hingga masa kini. Selain itu juga pembahasan permasalahan serupa untuk menghadapi tantangan-tantangan masa kini. Oleh karena itu sekarang tiba gilirannya untuk lebih menyimak secara tajam dan mendalam permasalahan-permasalahan bangsa kita sendiri. Dewasa ini dirasakan adanya kebutuhan mendesak dari masing-masing bangsa di dunia untuk memperkuat tampilan jatidirinya, mengingat adanya interaksi global yang semakin cepat karena adanya perkembangan alat teknologi telekomunikasi yang semakin canggih. Hal ini terekam dalam pertemuan-pertemuan internasional seperti ASEAN, ASEAN-JAPAN Forum, Gerakan Non-Blok, dan UNESCO. Hal yang paling nyata membedakan antara satu Negara dengan Negara lain adalah kebudayaannya, sekalipun pada waktu ini budaya bangsa-bangsa di dunia ini sudah dilintasi secara seragam oleh sistem-sistem dan jaringan-jaringan tertentu, khususnya yang terkuat adalah sistem dan jaringan ekonomi serta sistem jaringan informasi dan komunikasi.&lt;br /&gt;Pada saat ini, disaat dunia terimbas krisis ekonomi global, maka langkah kebijakan pemerintah untuk mengantisipasinya dengan mencanangkan Ekonomi kreatif berbasis budaya tahun 2008 dan Tahun Industri Kreatif  pada tahun 2009 ini. Untuk Indonesia yang mempunyai kekayaan budaya luar biasa, seharusnyalah bukan hal yang sulit untuk mengembangkan ekonomi kreatif, khususnya yang berbasis budaya yang ada. Berkaitan dengan hal ini maka pemerintah perlu segera mengatur payung hukum untuk melindungi warisan budaya kita khususnya yang berkaitan dengan perlindungan dan pemanfaatan Pengetahuan Tradisional (PT) dan Ekspresi Budaya Tradisional (EBT). Untuk menangani hal ini, instansi dan lembaga pemerintah terkait telah membentuk Tim Nasional Penanggulangan Hak Kekayaan Intelektual (TIMNAS HKI) yang diketuai oleh Menko Polkam.&lt;br /&gt;Pada saat ini Depbudpar telah melakukan berbagai upaya untuk melindungi pemanfaatan warisan budaya antara lain :&lt;br /&gt;Penyusunan Sistem Informasi Kebudayaan terpadu (SIKT)&lt;br /&gt;Penyusunan Peta Budaya&lt;br /&gt;Penyusunan Perlindungan HKI Tradisional a.l: proses pembuatan wayang, mebel bambu dan pamor keris&lt;br /&gt;Penyusunan Draft RUU Perlindungan dan Pemanfaatan PT dan EBT&lt;br /&gt;Mengajukan mata budaya warisan bangsa Indonesia untuk menjadi warisan budaya dunia ke UNESCO&lt;br /&gt;Permintaan kepada pemerintah daerah untuk melakukan inventarisasi PT dan EBT (sejak 2003) didasarkan pada SE Menbudpar No. SE.01/HK.501/MPK/2003&lt;br /&gt;Inventarisasi kekayaan intelektual PT dan EBT (arsitektur, tenun, kearifan lokal dsb) di beberapa wilayah Indonesia&lt;br /&gt;Penyusunan dokumen ”Tinjauan Sekilas Upaya Perlindungan Kekayaan Intelektual Atas Pengetahuan Tradisional dan Ekspresi Budaya Tradisonal”&lt;br /&gt;Penyusunan dan penerbitan Peraturan Menbudpar tentang Pedoman dan Kriteria Perlindungan Budaya Warisan Budaya Tak Benda&lt;br /&gt;Workshop Perlindungan Budaya Warisan Budaya Tak Benda sebagai tindak lanjut Workshop for implementation of the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage on 17-18 April 2008&lt;br /&gt;Studi kelayakan Warisan Budaya Tak Benda sebagai mata budaya yang dilindungi oleh Tim Independen sesuai bidang keahliannya&lt;br /&gt;Berbagai kebijakan yang dilakukan pemerintah tersebut akan memberikan hasil atau dampak yang baik bila didukung oleh seluruh masyarakat, swasta, Perguruan Tinggi, dan media massa dalam implementasinya. Selain itu diperlukan suatu strategi kebudayaan yang mempunyai visi perubahan dan arah perkembangan budaya, yang dirancang, dipetakan dan dibuat langkah-langkah pencapaian kedepannya agar proses budaya dengan saling menghormati antar manusia dalam perbedaan dan keragaman kearifannya menuju ke transformasi budaya yang beradab.&lt;br /&gt;Demikian paparan saya, mudah-mudahan materi yang disampaikan dapat bermanfaat untuk Bapak-Ibu, Saudara semua yang hadir dalam pertemuan ini.&lt;br /&gt;Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 4 Juni 2009&lt;br /&gt;Direktur Tradisi&lt;br /&gt;Ditjen Nilai Budaya, Seni dan Film&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                                                           ttd&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I G.N. Widja SH.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/326812581030801494-8567066896614264880?l=amuazka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amuazka.blogspot.com/feeds/8567066896614264880/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=326812581030801494&amp;postID=8567066896614264880' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/8567066896614264880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/8567066896614264880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amuazka.blogspot.com/2009/06/kata-pemerintah-tentang-budaya.html' title='Kata Pemerintah tentang budaya'/><author><name>amuazka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18153733933101718598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-mnTsPTlK2EM/Tx5iJUgUK7I/AAAAAAAAAIw/X8KG3VCV14M/s220/DSCN4608.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_hXVfFYLEPiI/SjcDJm_eLNI/AAAAAAAAAD8/EDxAjSA258o/s72-c/22.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-326812581030801494.post-4022042889787902978</id><published>2009-06-16T08:45:00.000+07:00</published><updated>2009-06-16T08:54:32.138+07:00</updated><title type='text'>Budaya Yang Malang.....</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_hXVfFYLEPiI/Sjb6g0FXviI/AAAAAAAAADs/4GPNBDzPB4I/s1600-h/ad.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 116px; height: 94px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hXVfFYLEPiI/Sjb6g0FXviI/AAAAAAAAADs/4GPNBDzPB4I/s400/ad.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5347737049192971810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Budaya adalah usaha terbaik manusia untuk mempertahankan hidup, dan sekarang budaya adalah usaha manusia untuk memuliakan manusia.&lt;br /&gt;budaya lahir dari sebuah masyarakat dan tidak akan terlepas dari karakter yang lahir dalam masyarakat tersebut.&lt;br /&gt;oleh karena itulah setiap nilai dalam sebuah masyarakat berbeda-beda karena kebudayaan dalam masyarakat itupun berbeda-beda.&lt;br /&gt;dalam sebuah masyarakat bisa jadi suatu hal menjadi sopan tapi dalam komunitas yang lain bisa jadi menjadi sebuah penghinaan.&lt;br /&gt;oleh karena itulah kebudayaan tidak bisa begitu saja dipisahkan dengan pembentukan karakter manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ironisnya saat ini kebudayaan yang sebenarnya memiliki fungsi agung itu hanya ditempatkan sebagai komoditas saj, yang bisa dipertontonkan yang bisa di bisniskan dan bisa dijual, tragis..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ayo masyarakat indonesia bergabunglah bersama selamatkan kebudayaan Indonesia!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;klik :&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=90919257244" onmousedown="'UntrustedLink.bootstrap($(this)," target="_blank" rel="nofollow"&gt;&lt;span&gt;http://www.facebook.com/gr&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;oup.php?gid=90919257244&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/326812581030801494-4022042889787902978?l=amuazka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amuazka.blogspot.com/feeds/4022042889787902978/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=326812581030801494&amp;postID=4022042889787902978' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/4022042889787902978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/4022042889787902978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amuazka.blogspot.com/2009/06/budaya-yang-malang.html' title='Budaya Yang Malang.....'/><author><name>amuazka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18153733933101718598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-mnTsPTlK2EM/Tx5iJUgUK7I/AAAAAAAAAIw/X8KG3VCV14M/s220/DSCN4608.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_hXVfFYLEPiI/Sjb6g0FXviI/AAAAAAAAADs/4GPNBDzPB4I/s72-c/ad.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-326812581030801494.post-8751207060377441327</id><published>2009-06-15T11:19:00.000+07:00</published><updated>2009-06-15T11:22:51.189+07:00</updated><title type='text'>Masih saja belum bisa merasa</title><content type='html'>dulu guru ngajiku pernah menyampaikan, hati-hati karena terkadang kita akan jumud dalam pilihan hidup ini. dan mungkin itu yang sekarang ini sedang aku rasakan. sampai sekarang masih saja belum bisa merasa ghiroh untuk kembali bergerak. gimana caranya ya untuk kembali bisa merasa....&lt;br /&gt;ajari aku merasa..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/326812581030801494-8751207060377441327?l=amuazka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://amuazka.blogspot.com/feeds/8751207060377441327/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=326812581030801494&amp;postID=8751207060377441327' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/8751207060377441327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/326812581030801494/posts/default/8751207060377441327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://amuazka.blogspot.com/2009/06/masih-saja-belum-bisa-merasa.html' title='Masih saja belum bisa merasa'/><author><name>amuazka</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18153733933101718598</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-mnTsPTlK2EM/Tx5iJUgUK7I/AAAAAAAAAIw/X8KG3VCV14M/s220/DSCN4608.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
