Recent twitter entries...

Belajar Ketatan dari Hudzaifah (telik sandi terbaik sepanjang zaman)

"aku bisa saja membunuh abu sofyan karena dia ada tepat dihadapanku. Tapi aku memilih TAAT pada Rosul yg memerintahkanku hanya sebagai telik sandi, tugasku hanya mencari informasi" itulah ungkapan Hudzaifah ibnul yaman, telik sandi terbaik Rosulullah, usai menunaikan sebuah tugas berat yang diberikan oleh Rosul.


Ya, pada waktu itu, adalah perang khandaq. perang yang amat mencekam bagi kaum muslim. terdesak di kota madinah, segala penjuru sudah di kepung dan hanya bisa bertahan bahkan dengan sumber daya dan kesediaan pangan yang sangat terbatas. Takut, khawatir, tegang, ditambah kondisi fisik yang semakin lemah karena lapar semakin menambah suasana mencekam di tengah peperangan yang terjadi di bulan syawal tahun 5 hijriah atau 627 masehi

Ditengah suasana menakutkan itulah Rosulullah memberikan penawaran yang luar biasa kepada para sahabatnya. surga. "Siapa yang berani menjadi telik sandi dan masuk kedalam jantung pertahanan musuh, lantas memberikan informasi kondisi musuh kepada kita, maka Aku akan memohon kepada Allah supaya ia menjadi temanku di surga nanti" sungguh tawaran yang menakjubkan. 

Namun tiada satupun yang berani menyambut tawaran itu, bahkan umar yang terkenal beranipun hanya diam tertunduk. bisa dibayangkan bagaimana suasana penuh tekanan yang sedang dihadapi oleh kaum muslimin sampai bisa membuat kader-kader terbaik Rosul pun tak berani menyambut seruan surga.

Karena tak satupun orang dari sahabat yang berani menunaikan tawaran tersebut, maka Rosul menunjuk Hudzaifah untuk berangkat.  pesan Rosull adalah:
"berangkatlah wahai Hudzaifah, cari informasi tentang musuh dan jangan berbuat apapun sebelum engkau melaporkan hasilnya kepadaku. tanpa banyak tanya, Hudzaifah pun berangkat... 

Allah tak tinggal diam, atas kehendakNya, semua lampu dan penerangan pada waktu itu padam jadilah kondisi gelap gulita di camp kaum kafir yang dipimpin oleh abu Sofyan. Hal itu semakin memudahkan Hudzaifah untuk menerobos masuk ke jantung pertahanan kaum kafir bahkan ia bisa berada pada jarak yag sangat dekat dengan abu Sofyan. satuu hasta saja. ia tau bahwa didepannya adalah abu sofyan karena ditengah gulita Abu Sofyan memberi instruksi kepada pasukannya. seandainya Hudzaifah menarik pedang dan menghunuskannya ke leher abu sofyan, maka tamat sudah riwayatnya.namun itu tidak dilakukannya. ia teringat pesan Rosulullah bahwa tugasnya hanya mencari informasi.

Singkat cerita, Hudzaifah berhasil kembali ke campkaum muslimin dengan selamat dan segudang informasi penting tentang kondisi musuh. beranjak dari informasi tersebut akhirnya Rosul memuat strategi jitu yang membuat musuh terpecah belah dan akhirnya pergi dari madinah. 
sungguh telik sandi dahsyat seorang Hudzaifah.

--------------------------------------

Ada beberapa hal yang bisa kita teladani dari seorang hudzaifah:
  1. Hudzaifah bukan tidak tahu resiko yang akan didapatinya ketikan meneriwa dan taat pada perintah Rosul. bahwa taruhannya adalah nyawa, jiwa. selain itu, kondisi personalnya juga tidak sedang pada titik prima, sedang dalam kondisi mencekam, ketakutan, khawatir sama seperti kaum muslim lainnya. tapi ia memilih untuk TAAT. ia yakin terhadap instruksi dari qiyadahnya. coba refleksikan pada diri kita ketika menerima seruan dari qiyadah kita? bahkan disaat luangpun kadangkala kita lebih siuk mencari alasan untuk menolak dari pada mencari cara agar seruan itu bisa ditunaikan
  2. Di lapangan, Hudzaifah menemukan peluang besar. membunuh gembong pimpinan kaum kafir, Abu Sofyan. tapi itu tidak dia lakukan, dia memilih TAAT pada instruksi Rosul yang tidak mengijinkannya berbuat apa-apa sebelum melaporkan hasil penyusupannya. sekali lagi coba kita refleksikan pada kehidupan kita. betapa seringnya kita mengingkari perintah qiyadah, atau perintah syuro dengan alasan benefit lapangan? karena kita merasa qiyadah kita tidak faham lapangan, dengan alasan hal yang lebih menguntungkan, akhirnya kita melakukan proses "rasionalisasi makar" terhadp perintah yang jelas-jelas sudah diberikan kepada kita. Hudzaifah percaya, bahwa TAAT akan lebih membawa maslahat, bukan tidak tau bahwa membunuh Abu Sofyan adalah sebuah kebaikan dan keuntungan besar, tapi ia lebih memilih menahan ego diri, memilih TAAT pada perintah
mari meneladani ketaatan Hudzaifah.. 

semoga bermanfaat...

Comments (1)

Inspiratif :)

#pembelajar kehidupan