Recent twitter entries...

dream team #1

4
Menjadi sebuah tim dengan siapapun dalam kehidupan adalah hal yang niscaya dalam kehidupan ini. Mau atau tidak kita harus melakukannya, ya  menjadi sebuah tim. karena setiap orang dengan yang lainnya saling membutuhkan untuk bisa bertahan hidup, karena sudah fitrahnya manusia tidak akan mempu menjalani kehidupannya sendiri.

Pernah melihat orang yang hidup sendirian?
Tarzan..
Benarkah? apa sungguh ada orang seperti tarzan?
kalaupun ia,  dia juga tak hidup sendiri,karena ia ditemani oleh para binatang..

Manusia adalah makhluk sosial, yang tentu saja mengharuskan dirinya beinteraksi satu sama lain. tata urutan yang biasanya terjadi dalam interaksi adalah: Mulai dari awal, bertemu dengan orang yang asing, berkenalan, berbincang, bertukar gagasan, menyamakan tujuan, berbagi kepentingan, berbagi beban, berbagi peran, dan akhirnya bekerjasama merealisasikan. kemudian evaluasi dan saling mengambil keuntungan. 
kesemuanya saat dilakukan, sadar, atau tidak sadar. sebenarnya

Sebuah anekdot dari buku Said Hawwa

1
Beberapa waktu yang lalu membaca sebuah buku berjudul "Allah Subhanahu Wa Ta'ala" karya Said Hawa bin Muhammad Dib Hawa. buku ini berisi tentang tema tauhid.

Di bagian-bagian awal, ulama yang lahir 1935 dan meninggal tepat lima hari setelah kelahiran saya(pemilik blog) atau 9 maret 1989 menyampaikan sebuah anekdot yang cukup menarik, dan hari ini ingin saya bagi. tentu saja dengan bahasa yang sudah saya kemas ulang tanpa menghilangkan substansi utamanya. begini kisahnya..

Semampumu...

5
Pada suatu hari di sebuah Universitas Islam terkemuka di dunia, seorang Profesor sedang memberi kuliah tafsir kepada mahasiswanya. hari itu materi yang dakan disampaikan adalah tentang beribadah kepada Allah dengan mastatho'tum, semampu kamu.

"baik saudara-saudara,  hari ini kita akan mencoba belajar tentang konsep "mampu" atau mastatho'tum. biar lebih mengena, hari ini ga usah teoritis, kita praktek saja" begitu beliau mengawali kuliahnya..

setelah itu Profesor tersebut mengajak semua mahasiswanya kesebuah lapangan bola berstandar internasional (kebayang luasnya). lalu sesampainya disana Profesor itu memberikan instruksi kepada mahasiswanya:
"baik saudara-saudara, saya yakin anda bertanya-tanya kenapa kita kesini, tapi insyaAllah semua akan terjawab di akhir kuliah kita. sekarang saya minta semua dari kalian termasuk saya, kita semua akan berlari mengitari lapangan bola ini!"

"Berapa putaran prof" sahut salah satu mahasiswanya

dijawab singkat oleh sang profesor "Mastatho'tum!" atau dalam bahasa indonesia "Semampu Kamu"

Syuro oh Syuro.. (sebuah refleksi)

2
Setelah sekian banyak dinamika yang terjadi, setelah semua kelelahan hati yang terlalui, setelah semua janji yang barangkali pernah terciderai, setelah semua mekanisme baik yang sudah maupun yang belum disepakati, jadi pingin menukilkan tulisan ustad Anis Mata tentang syuro, lebih tegasnya tentang sikap ketika kita tidak sepakat dengan hasil syuro. teruntuk semua saudaraku yang sampai sekarang juga masih belum berterima dengan hasil syuro. 
Menurut beliau (Anis Mata) dalam buku menikmati demokrasi, setidaknya ada 4 hal yang perlu dicermati:

Cari Huruf atau Nilai

5
Berhubung yang punya blog adalah seorang (masih) mahasiswa, dan sekarang ini musim-musimnya setiap mahasiswa liburan sambil menunggu sambil debar-debar hasil yang tertoreh dalam DHS yang sudah dijalani satu semester yang lalu, maka akan sedikit berceloteh (via tulisan tentunya) tentang fenomena pasca ujian.

Suatu saat di dream house, beberapa teman berkumpul mengerubungi laptop dengan ekspresi yang macem-macem, nano nano tampaknya. karena penasaran hebohnya, jadi saya mendekat dan memperhatikan apa yang sebenarnya nampak di layar laptop tersebut, ternyata yang terlihat adalah halaman nilai dalam sebuah alamat situs www.siakad.uny.ac.id, wah pantas saja seru (sambil merenungi sejenak, sudah berapa lama ya ga buka situs itu :D)

yang menarik adalah cerita-cerita heboh setelah itu,

Parade Pertanggungjawaban Amanah (sebuah kritik)

4
Menjadi satu sebuah kewajiban atau mungkin lebih tepat disebut ritual rutin (konteks kampus) bahwa seetiap akhir kepengurusan atau amanah, maka ada satu bentuk pertanggung jawaban yang harus dihadirkan, baik secara tertulis maupun lisan. secara istilah disebut dengan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ). dan forumnya biasanya berbentuk sidang dengan nama beragam.

Sedikit saya ceritakan tentang ritual rutin tersebut...

Mencintai itu..

5

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيم

Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara, sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah  Subhanahu wa Ta’ala, supaya kamu mendapat rahmat.  (Qs al-Hujurât/ 49:10)



لاَيُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ ِلأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِى
Tidak (sempurna) iman salah seorang di antara kamu hingga dia mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri  (bukhori-muslim).


مَثَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ فِيْ تَوَدِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ كَمَثَلَ الْجَسَدِالْوَاحِدِ ,إِذَااشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِوَالْحُمَّى
“Perumpamaan kaum mukminin satu dengan yang lainnya dalam hal saling mencintai, saling menyayangi dan saling berlemah lembut di antara mereka adalah seperti satu tubuh. Apabila salah satu anggota badan sakit, maka semua anggota badannya juga merasa demam dan tidak bisa tidur.” (al hadits)


Berempati adalah konsekuensi logis atau dampak dari mencintai
mencintai adalah konsekuensi logis atau dampak dari kita berukhuwah
Ukhuwah adalah konsekeunsi logis atau dampak dari kita iman kita kepada Allah

Maka mencintai atau tidak itu bukan pilihan, tetapi kewajiban. tentu saja cinta tanpa reduksi makna. bukan cinta yang dimaknai hubungann pria wanita. tapi cinta yang sebenar-benarnya.
Mencintai berarti memberi sebagia dari kita, berkorban menjadi niscaya
dan mencintai itu menomerduakan diri, merasakan apa yang ia rasa pertamavkali, mengutamakan orang yang dicintai meski harus berkorban diri dan apa yang dimiliki

Mencintai itu bukan kesalahan atau kehinaan, bukan cinta yang salah, cuma terkadang, kita sebagai pemilik rasa yang salah mengelolanya